TANPA SADAR

TANPA SADAR

  • WpView
    OKUNANLAR 505
  • WpVote
    Oylar 37
  • WpPart
    Bölümler 34
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Paz, Nis 6, 2025
WpInfo
Şiir
Tanpa kusadari, aku terbuai olehnya. Seseorang yang tidak pernah kuduga bahwa aku bisa menyukainya. Ya, sampai saat ini aku hanya berani mendeklarasikan perasaanku menjadi perasaan suka. Entah lah, aku hanya takut. Perasaanku ini hanya akan menjadi sia-sia. Seperti sebelumnya, aku hanya takut akan merasakan rasa sakit yang mendalam dan rasa rindu yang menggerogoti. Namun, aku berharap rasaku ini tidak akan pernah luruh dan akan bersambut layaknya sautan burung di pagi hari.
Tüm hakları saklıdır
#19
ungkapankata
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • Kepada sang pencipta rindu
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • TENTANG RASA
  • Puisi Romantika Kuno
  • Perihku Ditinggalkan
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Setelah Langit Berbisik

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi