Cute Girl
  • WpView
    Reads 2,488
  • WpVote
    Votes 102
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 8, 2019
WpInfo
Fiction
Fantasy
Memakai baju pink,sepatu pink, tas pink, kaos kaki pink, celana pink, dan kuncir rambut berwarna pink, itu sudah biasa dilakukan oleh seorang gadis maniak pink tersebut. tidak peduli omongan orang orang tentang dirinya sang pecandu pink atau apalah itu. dia memang cantik, imut, malah jadi primadona di sekolah nya tapi dia tidak perduli dengan tatapan memuja dari semua lelaki yang menatapnya. 'aku tidak mengerti apa yang mereka katakan...mereka selalu berkata "coba pakei warna itu deh pasti cantik" huh aku sebal ini hobi ku! Dan tetap menjadi hobi ku sampai kapan pun' -Alysa adakah yang bisa membuat nya jatuh cinta?
All Rights Reserved
#109
galak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silent Boyfriend [SELESAI]
  • LUKA BIASA GADISKU
  • dimana janji tersebut
  • Arsyilazka
  • DANGEREUX
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • Raden
  • DAKSA [END]
  • Danielza

"Boyfie sialan! Gue benci lo! Gue sumpahin lo bisu beneran! Kita putus!" ... Kejadiannya sudah lama sejak Alisa bertemu pacar misteriusnya. Hari itu, masih melekat jelas dalam ingatan Alisa saat pertama kali mereka bertemu. Kala itu, Alisa terjatuh saat bermain arung jeram, terbawa arus hingga akhirnya ia terkulai lemah disisi sungai. Dalam keadaan gelap dan dingin yang hampir membunuhnya, Alisa bertemu Joan untuk pertama kalinya. Alis, mata, hidung, bibir, dan rahangnya nyaris seperti pahatan terindah dunia. Sempurna. Kecuali satu, suaranya. Bahkan setelah dua tahun berpacaran, Alisa belum mendengar suara Joan barang sedikit saja. Sebenarnya, hubungan ini dimulai karena sebuah ketidaksengajaan atas apa yang Alisa ucapkan secara spontan. Di hari ketiga usai di tolong, Alisa kesal karena belum mendengar suara Joan padahal cowok itu tidak bisu. "Kalau lo gak ngomong juga, kita pacaran!" Alisa berujar marah kala itu. Joan termangu, namun selanjutnya cowok itu mengangguk dan memeluk Alisa. "W-oy, gue becanda, Lepas!" Joan menggeleng, menatapnya seakan mengatakan; "𝘕𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘢𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘵𝘢, 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘱𝘢𝘤𝘢𝘳𝘢𝘯!" God! Hari itu, hari tersial sekaligus hari paling memalukan bagi Alisa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines