prepare |Sebuah Perjalanan Menghapus Rasa

prepare |Sebuah Perjalanan Menghapus Rasa

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 21, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Jangan bodoh!! Kamu harus bahagia gimana pun caranya. Jangan cuma stuck di satu masalah itu cuma jadi beban.. Jangan juga ngerasa hina sendirian, banyak yang sama hinanya dari kamu tapi mereka tetep bahagia dengan kehinaan itu!! Jangan bicara tentang kebaikan, nilai mu masih nol. Jangan bicara tentang luka, itu cuma bikin kamu menyesal karna sampe sekarang masih masih ngerasa jadi manusia yang paling tersakiti. Kamu boleh menangis, kamu boleh menyesal.. Kamu boleh ngerasa kecewa. Tapi stop! Hanya cukup sampai disitu, kamu gaboleh larut di dalamnya karna itu cuma bikin semua terasa berat. Kamu gaboleh kecewa lagi, kamu gaboleh frustasi apalagi sampe ingin bunuh diri.. Hilangkan semua dendam mu. Gapapa orang mencela hingga berbusa, atau kamu bisa membiarkan orang lama menceritakan semua kisah mu di masalalu pada orang baru, biarkan mereka semua tau dan menilai mu seenak mereka. Gapapa! Semua butuh proses Karena hanya orang yang benci kamu aja yang selalu ingat kisah buruk mu, yakan? Anggap saja mereka sebagai buku sejarah hidupmu! Kamu hanya perlu bahagia sekarang. Tak peduli posisi mu apa di mata orang, entah sebagai orang baik atau apalah itu! ~Banten 2019
All Rights Reserved
#6
next
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Cosinus
  • ARKALYA (END)
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • Breathe
  • sorry (COMPLETE✔✔)
  • Semu [Completed]
  • Sejenak Luka
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines