REVANNA

REVANNA

  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 14, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Eh ngapain kalian?!" Revan terkejut saat melihat sosok yang mengeluarkan suara itu dan Nathan menatapnya. "Lah! Elo yang ngapain di sini?" "Gua...." Jawab cewek berambut keriting bawah itu terlihat wajahnya memerah. "Ngapain?" Revan menatapnya dengan heran. "Emm gua..." "Gua apaan hah? Baca,lo bisa bacakan!" Menunjuk papan tulis toilet putra. "PUTRAAA!!" Teriak Revan mengeluarkan semua kekesalannya.cewek itu di buat heran, bingung, kenapa dia harus memasuki kamar mandi cowok. Lalu mengelap dahinya yang berkeringat, menatap sekeliling. "Cewe yang di sebelah tuh!" Nathan menanggapi,berdiri dan menunjuk kamar mandi putri, vanna kaget sekali terlebih dia sangat, malu. "Oh gua salah ya?" Vanna langsung meninggal kan Revan dan Nathan sambil kebingungan sendiri. "Tuh Cewek ngapa dahhh? Gajelas banget hahah" Revan dan Nathan tertawa. AYO BACA! SIAPA TAU SUKA:) JANGAN LUPA JUGA TINGGAL KAN JEJAK😗
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KAY'S STORY
  • U'RE MINE [END]
  • Ratapan seorang JONES!
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]
  • My Sugar Daddy(END)
  • REGANTARA [SUDAH TERBIT]
  • Rahasia dibalik hujan
  • Abang••BTS✔️ [REVISI]
  • Eight Prince GoodLooking (End)

[ SLOW UPDATE ] Aku menatap Bima dengan berang, dan yang ditatap malah asik dengan makanan yang seabrek didepannya. Tolong ingatkan Aku untuk menggorok lehernya sepulang sekolah nanti. "MAKAN AJA GUE YANG BAYAR!!!!!" "ALVIN??!!!" Aku kaget kenapa tiba-tiba Alvin disini, bukannya tadi dikelas? "Calm baby, don't worry" bisiknya ditelinga ku. Bulu kudukku meremang mendengar suara rendah , berat dan seksi milik Alvin , ah! Aku jadi terangsang dibuatnya. Aku menjauhkan telingaku dari bibirnya, ini tidak benar tidak seharusnya telingaku merasakan hawa panas dari nafas Alvin. Ini bisa berakibat fatal bahkan kronis. Aku tidak akan membiarkan telingaku ini kecanduan dengan suara berat nan seksi miliknya , ya tidak akan!. "Lo apa-apaan sih Vin, biarin aja gak usah dengerin bacotannya Bima!" "Loh kenapa gak?" "Kenapa gak? Lo tanya kenapa?. Ya karena kita itu gak jadian! Emang Lo mau bayarin makanan seabrek mereka padahal Lo gak ngapa-ngapain?!" "Ohh Lo lagi ngodein gue nih ceritanya??? Yaudah mulai sekarang kita jadian!!" "Gak ada penolakan!" Lanjutnya dengan enteng. "WHAT??!!!" Happy reading ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines