La Mejor Clase

La Mejor Clase

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 14, 2019
Masuk ke dalam kelas unggulan? Tidak terfikirkan oleh Jea sebelumnya, mulai dari sekelas dengan orang-orang keren dan berprestasi, sampai dapat wali kelas yang hits dan diidam-idamkan oleh seluruh murid SMA Nusa Bangsa. Namun masuk ke dalam kelas unggulan bukan berarti aman dan damai. Tetap saja ada masalah dan cercaan dari kelas lain, ntah karena iri atau sekedar menjatuhkan nama baik kelas yang dijaga bersama. "Kayaknya hidup Gue bakal sedikit berubah? Ntahlah, kita liat aja nanti." - Jeanna Amanda. Start: 14/07/2019 Don't copy my story!
All Rights Reserved
#402
classmate
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CLASS F
  • My Friend and My Bestfriend
  • Tentang Kita
  • The Special Class
  • Kelas A [End]
  • After School
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • GASA [end]
  • Love Vibes
  • Jejak Waktu [Complete]
CLASS F

Kelas F di mata penghuni sekolah : 1. Kumpulan anak dengan IQ jongkok. 2. Penghuni tetap ranking 20 terbawah di jurusannya. 3. Solidaritas dalam kelas nilainya F alias fana. Nyaris tidak pernah tercipta. 4. Trouble maker alias parasit sekolah. 5. Para pemilik masa depan kurang jelas. Perihal pernyataan di atas fakta atau bukan, itu tergantung cara kalian memandangnya. Yang jelas, anak-anak itu tidak peduli, atau memilih untuk masa bodoh dengan penilaian manusia-manusia yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Mereka tidak peduli dengan nilai ulangan yang tidak mencapai KKM, dengan materi pelajaran yang diberikan guru, dengan PR yg harus dikumpulkan tepat waktu, dengan tata tertib dan aturan yang tidak boleh dilanggar, juga tentang ujian nasional yang katanya menentukan masa depan. Hingga suatu hari, sang wali kelas terancam dipecat karena dianggap gagal mendidik mereka. Hanya ada dua pilihan yang bisa dilakukan anak-anak itu. Menjadi egois atau peduli. °°° A/n. Cerita ini ditulis sebagai salah satu bentuk kampanye #IndonesiaMembaca dengan bertemakan Teen Literature. #TeenlitIndonesia @teenlitindonesia

More details
WpActionLinkContent Guidelines