Heal Me(On Going)

Heal Me(On Going)

  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 5, 2020
Karena obsesinya, Sarah harus rela kehilangan seseorang yang mati-matian mempertahankan dia. Alifano Waljono jatuh cinta kepada adiknya tepat ketika Sarah perlahan mulai menunjukkan perubahan. Masihkah dia memaksa bersama, jika telah ada dua hati yang terikat kuat dan mendesak bersatu? "Lo merasa bangga berhasil ngerebut Ali dari gue?" bentak Sarah sinis bersiap mengibarkan bendera peperangan. Terkejut tidak cukup untuk menggambarkan perasaan Prilly saat ini, hawa panas menyusup menembus kulitnya dan menyalurkan getaran ke seluruh anggota tubuh. Seketika retinanya berair, bahkan bibirnya berkedut tak mampu menjawab. "Kalo lo masih punya hati, tinggalin Ali. Dan biarkan gue memiliki dia lagi!" Detik itu juga buliran kristal meluncur melalui kedua bola mata Prilly.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bintang Dilangit Senja
  • Surrender
  • Stay (Away)
  • Si Cupu Pujaan Hati
  • Sahabat Jadi Cinta
  • Maaf, Aku Mencintaimu
  • BAM (Betapa Aku Menyesal) {END}
  • SCENARIO TUHAN
  • (Cinta Dalam Doa 😔) ✔
  • Fragile

"kita lempar yaa.. Satu.... Dua.... Tiga...!" Prilly melemparkan botol berisi kertas yang bertuliskan impiannya dimasa depan ke pantai. Aliando memandang Prily, memegang kedua tangannya. Kini dua bola mata mereka saling bertatapan. Dia mau nembak gue, yay!! batin Prily. Jantungnya berdebar kencang, kakinya mulai lemas. Tidak pernah Prily alami hal seperti ini. Prily yang dulu membencinya, kini mulai merasakan hal yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Cinta. Dia mulai menyadari perasaan itu. "Prill.!!" panggilnya. "Iya.." jawab Prily dengan rona mata penuh harap. "Maaf, aku harus pergi." Ali menundukkan wajahnya. Senyum bahagia Prily berubah dengan seketika, dadanya terasa sesak. "Hari ini hari terakhir kita ketemu." Lalu Ali memeluk Prily dengan erat, seolah olah ini begitu berat. "Tapi kenapa?" kata Prily lirih tanpa membalas pelukan Ali. Ali melepas pelukannya dan berlalu pergi. Prily masih diam ditempat memandang kepergian Ali. ...

More details
WpActionLinkContent Guidelines