Jodoh Pasti Kembali

Jodoh Pasti Kembali

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 16, 2020
Kita tidak pernah tau kapan dan dimana kita jatuh cinta. Ada yang mulai merasakan jatuh cinta di umur yang sangat muda dan ada kalanya orang sulit untuk jatuh cinta hingga ia menemukan pasangan di umur yang mapan. Aku tidak pernah berpikir akan jatuh cinta dengan cara yang berbeda. Tentang sebuah perasaan, kadang kita salah menafsirkan apakah itu rasa sayang atau hanya sebatas rasa kagum. Apakah rasa itu dapat kita miliki, atau justru rasa itu ditunda karena memang belum waktunya untuk mengungkapkan. Hanya ada dua pilihan, menyimpan rasa dalam diam atau mengungkapkan lewat pernikahan. Jika hadirnya hanya untuk singgah, aku yakin suatu saat nanti akan ada yang datang untuk menetap. Jika kepergiannya menyisakan hati yang terluka maka aku akan percaya bahwa akan ada yang pulang pada hati yang menanti. Imam yang sholeh adalah impian setiap wanita yang ingin dibimbing ke surga. Di dalam perjalanan hidupku, aku menemukan laki-laki yang memberikan ketenangan. Setiap untaian kata dan kalimat darinya terasa sejuk di hati namun lagi lagi aku harus merasakan perginya tanpa pamit. Tapi aku tetap percaya bahwa hati akan merindukan jalan pulang dan "Jodoh Pasti Kembali" "Marissa Bella Anwar"
All Rights Reserved
#785
novel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langkah baru bersama mu
  • Quwwatul Hub
  • DikaRanggi
  • Ketetapan Cinta Dari-Nya [END]
  • Ketika Wanita Yang Meminang
  • GARIZAH JAUZA (END)
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • Cinta Dalam Do'a {SELESAI}
  • senja di matamu
  • Tertulis Dalam Doa

Setelah melewati masa lalu yang penuh penantian dan kehilangan, Nazla akhirnya melangkah ke fase baru dalam hidupnya-menjadi istri dari Ilham, teman sekelasnya semasa kuliah yang selama ini diam-diam menyimpan rasa. Kini, mereka tinggal di sebuah rumah sederhana di kota. Hari-hari Nazla kini dipenuhi dengan jadwal mengajar sebagai dosen muda, sementara Ilham, suaminya, bekerja di sebuah lembaga riset lingkungan. Kehidupan rumah tangga mereka dimulai tanpa gemerlap janji manis yang berlebihan, melainkan dari hal-hal sederhana yang mereka bangun bersama: sarapan pagi yang hangat, perjalanan singkat ke kampus, dan tawa di balik kelelahan hari-hari panjang. Namun, kehidupan pernikahan tidak selalu semudah kelihatannya. Di tengah kesibukan dan impian masing-masing, keduanya dihadapkan pada ujian: mampukah mereka menjaga cinta tetap hidup di tengah rutinitas yang semakin padat? --- > "Kalau kamu masih mikirin dia, ya udah! Angkat kaki dari rumah ini!" Suara Ilham menggema di ruangan itu, cukup lantang untuk membuat Nazla terdiam dan bergetar di tempatnya berdiri. > "Mas... kamu serius ngomong gitu ke aku?" Nazla hanya bisa menatap mata suaminya dengan tatapan kecewa, matanya berkaca-kaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines