Zimzalabim

Zimzalabim

  • WpView
    Membaca 44,966
  • WpVote
    Vote 4,392
  • WpPart
    Bab 40
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Nov 29, 2019
WpInfo
Fiksi Penggemar
Red Velvet
Lahir dikeluarga sederhana. Mendapat keberuntungan bisa bersekolah di sekolah menengah atas yang elit dan rata rata siswa yg bersekolah disana adalah anak CEO, DIREKTUR UTAMA, Bahkan Pemilik Perusahaan Terbesar lainnya. Berharap semua terulang kembali. Masa dimana aku belum menyadari akan rasa cintaku pada seorang sahabatku. (Irene Bae) Aku akan menjaganya, dalam diam. Aku berjanji pada diriku sendiri, akan menjaganya sampai ia benar benar menemukan seorang laki laki yang akan melindunginya nanti. Maka, saat itulah akan aku lepaskan dia bersama laki laki pilihannya. (Wendy shon) Aku akan mendapatkan apapun yang aku inginkan. Siapapun wanita itu, jika aku mulai tertarik pdanya. Maka, bersiaplah dia akan selalu aku awasi dan secepatnya akan aku miliki. (Kang Seulgi) Memperhatikan setiap siswa yang miskin, menindas yang lemah, membela yang kaya, berteman hanya dengan yang pintar dan kaya. Itulah kami. (Park sooyoung dan Kim Yerimie) Terlahir dari anak orang kaya, namun bersikap biasa tidak pernah menyakiti kaum sederhana. Mempunyai raut wajah jutek. (Krystal jung)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#111
wenrene
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Don't Talk About Money
  • What Can I Do ?
  • My bias my boyfriend || ♡ ( Selesai)
  • The Girl Who Forgot Us [END]
  • Missing And Found You
  • POSESIF | JENLISA
  • touch me, But I know (end) ✔️
  • My former senior become my Wife
  • JENLISA - Find Diary, Find You [GIP] ✔️

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan