My Over Possesive Boyfriend

My Over Possesive Boyfriend

  • WpView
    Dibaca 41
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jul 16, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
Achazia Febri Edzard Dokter muda dengan muka supeeeerr dupeeer ganteng, tapi engga pernah senyum dan auranya amat sangat berkharisma bikin orang yang mengaguminya hanya bisa ngeliat dari jauh. Tiba-tiba dia dapat pasien yang amat susah diatur dan petakilan. Mereka bertemu dengan cara yang engga banget, tapi itu membuat kehidupan dokter tersebut berubah sedikit demi sedikit. Auristela Nisa Kalandra Gadis pendiam di depan umum tapi menjadi petakilan di depan orang-orang yang sangat dekat dengannya. Tiba-tiba ketemu dengan dokter bermuka kaya papan peliwot yang engga pernah senyum sama sekali, membuat gadis ini greget ingin membuat dokter tersebut tersenyum sebentar saja. Tapi saat dia gadis itu mambantu dokter tersebut kehidupannya ikut berubah.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#235
myboyfriend
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Love In Profession[End]
  • IT'S YOU !
  • THE DEVIL DOCTOR ✓ [COMPLETED]
  • My Posesif Boyfriend
  • Tidak Pernah Ada Kita (Tanpa Ada Aku Dan Kamu)
  • LOVE ON THE BRAIN
  • Jodohku Bukan Perjaka
  • Interupsi!

-Cerita ringan dan enggak berbelit,semoga suka -Belum di Revisi Cut Syifa Azzahra adalah seorang mahasiswi kedokteran yang terpaksa harus berhenti mencapai impiannya dan menjadi guru di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk pikuk kota lalu bagaimana kah pertemuan nya dengan seorang Dokter Muhammad Alzam yang menjadi relawan saat desa yang ia tempati sedang mengalami bencana alam ___ "ya allah , saya tidak punya hak untuk memarahi dokter, saya hanya mengingatkan, saya juga pernah telat tapi tidak marah saat di tegur" zara berjongkok untuk mengikat tali sepatunya yang lepas, dengan mulut tidak hentinya mengoceh "Pokok nya kamu memarahi saya zara! hati saya benar benar sakit" seperti biasa dengan tampang sok sedih dan satu tangan mengelus dada "sekarang apa lagi yang mau kamu lakukan? oh, saya tau, sepertinya kamu mau saya mati dengan tidak memberi saya makan pagi dan siang" zara menghela nafas pelan, mengumpulkan ogsigen, mengumpulkan ogsigen sebanyak banyaknya, rasanya beban hidupnya akan bertambah sekarang. oh tidak melainkan sejak kemarin

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan