We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Not Me! It's You!

Not Me! It's You!

  • WpView
    Reads 1,676
  • WpVote
    Votes 237
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 11, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Prolog : "Sudah saya katakan kalau itu bukan saya. Tapi teman saya." Ucapku. "Saya tidak percaya." Ucap lelaki itu. "Kenapa kamu tidak percaya?" Tanyaku. "Karena..." Ucap lelaki itu terhenti. 'Karena saya yakin kalau itu pasti kamu bukan orang lain. Kenapa kamu selalu mengelaknya?' Batin lelaki itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelakor? Yes, I'm! (BOOK 1)
  • Membawa Lari Sang Bidadari
  • Way To You (END)
  • Teman tapi Menikah 2 : SalRon
  • Trial & Error
  • MBA (Married by Accident)-(completed)-Sudah Terbit
  • Istri Sah Ikky [B×B]
  • Pasangan bukan Pacar [Complete]

Pernikahan adalah suatu komitmen, komitmen untuk selalu setia, bersama selamanya. Tapi bagaimana jika komitmen itu rusak karena hadirnya orang ketiga? Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan? 0o0 "Ah.." Nafas keduanya memburu, mereka sudah mencapai pelepasan. Keringat yang beradu menjadi satu dan detik jam yang menjadi saksi bagaimana dua insan itu melakukan sebuah hubungan dosa dengan ikatan yang di sembunyikan. May terkulai lemas begitu juga dengan Bara yang sudah berguling dan memeluk wanitanya dari samping. "Aku benar-benar sudah terjerat dengan dirimu. I don't care about my status and marriage. All I know is you are mine and I love you, Kamila Meysi Ratu." "Lihat Ell, apa yang kamu tuduhkan padaku sudah aku wujudkan. Bukan hanya tubuh suamimu yang aku miliki, tapi cintanya juga sudah menjadi milikku," batin May puas. It takes two to have an affair, Tapi mengapa yang disalahkan di sini hanya orang ketiga? Mengapa kalian hanya memandang buruk pada wanita yang disebut pelakor? Mengapa tidak membenci dan menghina sang pria. Padahal sangat nyata bahwa kesalahan terletak pada kedua belah pihak. 🌹🌹🌹 ⚠️ Warning! Cerita ini hanya sebatas imajinasi semata. Jika tidak suka dengan cerita pelakor, go away! Mohon maaf jika terjadi pro dan kontra. Tidak ingin menyudutkan pihak manapun, ini pyur hanya sebuah cerita. Memandang seorang pelaku pelakor dari berbagai sisi. Xoxo, Badas_

More details
WpActionLinkContent Guidelines