Blizzard of love

Blizzard of love

  • WpView
    LECTURAS 61
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ago 12, 2019
Tak ada yang namanya kebetulan... Hatiku memilih dirimu sebagai tempat dimana dia akan tinggal. Cinta dapat di alami oleh siapa saja. Dan tidak ada yang benar-benar bisa untuk menghalanginya ataupun membatasinya. Cinta mengalir dalam darah sebagai kehidupan, dimana kehidupan selalu penuh akan cobaan dan kesedihan. Cinta kadang menyakitkan dengan kesedihannya atau menyusahkan dengan cobaannya. Namun mereka yang memiliki cinta, akan merasakan betapa bahagia dan senangnya menghadapi kesedihan dan cobaan bersama dengan belahan hati di sisi mereka. -Eros Achazia Delancey- Apa jadinya jika "the coldest one" yang terkenal sangat dingin jatuh cinta kepada seorang wanita yang bahkan takut untuk menghirup sesaknya "CINTA". Dapatkah Eros dan Freya menghancurkan dinding pemisah di antara mereka? atau haruskah mereka menyerah untuk dapat bersatu?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Xagala
  • PATIENCE [] TAMAT []
  • N E L A N G S A(END)
  • TAKDIR ANGELINA CHRISTY (END)
  • Sebelum Lupa, Kita Pernah Cinta
  • My Bad Girl (Freenbecky)
  • Can I Call You Mine?
  • Can the Mafia Fall in Love..?
Xagala

Sosok yang tampaknya lahir ke dunia hanya untuk menghancurkan apa pun yang ia sentuh. Xakia tidak pernah bisa melupakan bagaimana tatapan mata itu berubah menjadi sesuatu yang lebih mengerikan pada malam jembatan. Bagaimana ia hampir kehilangan segalanya. Dan bagaimana semuanya berakhir dengan satu pukulan keras satu hantaman yang membungkam monster itu. Gala, pria yang muncul entah dari mana, adalah sosok yang penuh misteri. Setelah malam itu, Xakia mulai melihatnya lebih sering. Selalu di tempat-tempat yang tidak seharusnya ia ada. Selalu dalam situasi yang tidak bisa dijelaskan. Seolah-olah ia adalah bayangan yang mengikuti Xakia, seseorang yang tahu lebih banyak dari yang seharusnya. Sekarang, di bawah hujan yang mengguyur tanpa henti, mereka kembali bertemu. Xakia menatap Gala dengan mata yang penuh pertanyaan. "Kenapa kau selalu muncul? Apa yang kau inginkan dariku?" Gala menghela napas, menyapu rambut basahnya ke belakang. "Aku tidak menginginkan apa pun." Suaranya tenang, tapi ada sesuatu di baliknya sesuatu yang tidak Xakia mengerti. "Lalu kenapa kau memukulnya?" Xakia menatap tubuh yang tak bergerak di tanah, darahnya bercampur air hujan, mengalir menuju lubang drainase di pinggir jalan. Gala tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap tubuh itu sejenak, lalu berbalik menghadap Xakia. "Karena jika aku tidak melakukannya, kau tidak akan pernah bisa lari." Ketegangan di antara mereka begitu pekat, seolah udara sendiri menahan napas. Lalu, sirene polisi mulai terdengar di kejauhan. Lampu merah dan biru berpendar di balik rintik hujan. Gala menatap Xakia dalam-dalam. "Kita harus pergi. Sekarang." Dan tanpa menunggu jawaban, ia menarik tangan Xakia, membawa gadis itu pergi dari malam yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido