DI SIMPANG JALAN

DI SIMPANG JALAN

  • WpView
    Reads 184
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 3, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Bagi Asyiqa Mehrunisa, Tidak ada yang perlu di ikhlaskan. Sebab segala yang ada di bumi bukanlah kepunyaan-Nya, termasuk Dimas. segala keyakinan terus di timbun dalam hatinya bahwa semua yang datang dari Allah adalah kebaikan sekalipun itu terasa menyakitkan. Maha suci Allah yang jauh dari kata menyakiti hamba-Nya... Maha baik Allah yang menghadirkan penggantinya. Maha baik Allah.... yuk simak kisahnya😊
All Rights Reserved
#31
haru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Qanita
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]
  • KINAN || END
  • Assalamu'alaikum Kekasih Impianku [END]
  • Menyapa Luka di Awal Kisah
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • ALESYA (END)
  • Awal hijrahku
  • The Choice √ | TAMAT |
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

More details
WpActionLinkContent Guidelines