PHILOSOPHIA

PHILOSOPHIA

  • WpView
    Reads 1,873,051
  • WpVote
    Votes 92,358
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Sat, Apr 3, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Agave Fyr Andromeda, berpesan pada Ana lewat lambang Asclepeia dan filosofi bunga dandelion. Bahwa setiap manusia, sebenarnya bisa mengubah kata "harus" menjadi "bisa" dengan mengandalkan dirinya sendiri. Tapi ketika sebuah kenyataan datang, Ana terlalu naif untuk mengingat arti sebuah kehidupan dimana kita memang dituntut untuk jadi pejuang. Ego menjadi juara, dengan mengandalkan isi kepala daripada isi hati. Dan bagaimana dengan lambang Asclepeia yang pernah Agave sampaikan tempo hari? Lambang kesehatan, yang bagi Agave, juga melambangkan sebuah kekuatan untuk dirinya sendiri. Haruskah Ana diingatkan kembali? Atau malah dibiarkan untuk pergi?
All Rights Reserved
#35
athena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENDEKAP RINDU
  • What If We?
  • Cross the Line (𝐁𝐞 𝐘𝐨𝐮𝐫 𝐌𝐨𝐧𝐬𝐭𝐞𝐫)
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • Alefandra
  • Edelweiss or Dandelion. (On Going)
  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening

Di tengah konflik antara keinginan orang tua dan hati nurani, Amanda, seorang mahasiswi yang penuh dengan ambisi dan cinta, menemukan dirinya terjebak dalam perjalanan yang tak terduga. Dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang mereka pilih untuknya, Amanda sudah memiliki hati yang terikat pada seseorang yang telah lama menjadi bagian dari hidupnya. Namun, dalam perjalanannya mencari jati diri dan memperjuangkan cintanya, Amanda harus menghadapi tekanan dari orang tua yang berharap agar ia mengikuti jalur yang telah mereka tentukan. Konflik batin pun tak terhindarkan ketika hati Amanda berseberangan dengan keinginan sang ayah yang keras kepala. Di tengah pergulatan antara cinta dan tanggung jawab, Amanda harus menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri untuk menghadapi segala rintangan yang menghadang. Dalam perjalanan ini, dia akan belajar tentang arti sejati dari kebahagiaan, kesetiaan, dan pengorbanan. Namun, di balik semua itu, pertanyaan besar terus menghantuinya: Akankah Amanda mampu mempertahankan cintanya dan menemukan kebahagiaannya sendiri, atau akankah ia tunduk pada tekanan orang tuanya dan merelakan hatinya untuk mengikuti jalan yang telah ditentukan untuknya? Hanya waktu yang akan menjawabnya. "Kamu jangan terlalu memanjakannya, lagian itu merupakan keputusan yang tepat untuk masa depan Amanda yang lebih baik," ibu Amanda tak habis pikir dengan suaminya. "Kau tega melihat putri mu terpaksa mencintai orang lain, apa yang kau pikirkan. Dulu kau sangat memanjakannya, bahkan tak ingin melihat dia menangis. Hanya karena dia tak sejalan arah dengan kemauanmu, lantas membuatmu terlalu dalam kecewa dengan dia? Ibu Amanda yang akhirnya tersulut emosi dengan cara suaminya. "Kau bahkan tak melihat secara dalam tatapan putri mu, yang begitu merindukan sikap hangat ayahnya. Ambisi mu membuat hatimu membeku," lanjut ibu Amanda meninggalkan ayah Amanda di ruang kerja di rumah mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines