PESONA RASA

PESONA RASA

  • WpView
    LECTURAS 51
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jul 18, 2019
"Sebab bertahan adalah caraku merasakan keadaan, bersiap mengerti dan patah hati untuk kesekian kali." Detik kapan pertemuan kita Rasa apa yang datang pada diriku Kisah bagaimana yang akan kulalui Haruskah dirimu? Haruskah kisahku bermulai dari detik itu? Sungguh, pesonamu tak dapat kusangkal dalam sekelebat keadaan ini. Rasa ini semacam sebuah pesan yang disampaikan angin dalam heningnya malam. Hingga berujung balasan sebuah fatamorgana bayangan air yang sejuk akibat kehausanku ditengah padang pasir. Dirimu nyata. Dirimu ada. Itulah keadaannya. Bukan berarti kamu untukku, bukan berarti diriku dengan mudahnya meminta darimu balasan sebuah rasaku yang tak akan pernah tersampaikan.
Todos los derechos reservados
#43
adultstory
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Puing luka
  • I Love You
  • Rasa Tanpa Kata
  • Narasi patah hati
  • Antara Teman dan Teman Hidup
  • Meneroka Jiwa
  • Kathréftis {καθρέφτης}|| End✓
  • Meneroka Jiwa 2
  • kita dan waktu. [End]

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido