PESONA RASA

PESONA RASA

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 18, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Sebab bertahan adalah caraku merasakan keadaan, bersiap mengerti dan patah hati untuk kesekian kali." Detik kapan pertemuan kita Rasa apa yang datang pada diriku Kisah bagaimana yang akan kulalui Haruskah dirimu? Haruskah kisahku bermulai dari detik itu? Sungguh, pesonamu tak dapat kusangkal dalam sekelebat keadaan ini. Rasa ini semacam sebuah pesan yang disampaikan angin dalam heningnya malam. Hingga berujung balasan sebuah fatamorgana bayangan air yang sejuk akibat kehausanku ditengah padang pasir. Dirimu nyata. Dirimu ada. Itulah keadaannya. Bukan berarti kamu untukku, bukan berarti diriku dengan mudahnya meminta darimu balasan sebuah rasaku yang tak akan pernah tersampaikan.
All Rights Reserved
#114
waktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Rasa Tanpa Kata
  • GENTAWA✓
  • Full Of Scratches
  • • EUTANASIA •
  • DEAR RAGA
  • I Love You
  • Hopeless
  • kita dan waktu. [End]
  • Kathréftis {καθρέφτης}|| End✓

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines