ALmandara

ALmandara

  • WpView
    Reads 386
  • WpVote
    Votes 166
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 29, 2020
Almandara adalah namanya. Gadis cantik yang kerap disapa Ara adalah penaruh harap pada seseorang pemilik nama Aldebaran. "Semoga takdir bisa membantu ku dekat dengan mu" hanya Satu kalimat yang pintakan kala melihat sosok berkulit putih itu. Ibarat pepatah 'ayam berkokok hari siang', detiknya waktu mengabulkan keiinginan seorang Almandara. Kisahnya dimulai ketika Al seolah sanggup memenuhi harapannya. Namun, Pelangi adalah sebuah keindahan yang sementara. Takdir seolah berkatalain dan semesta mulai bermain dengan sangwaktu. "Mengapa semuanya menjadi seperti ini? Mengapa aku tak mampu melepaskan belati ini? kepada senja dan rintiknya hujan,bolehkah aku meminta kembali dirinya? Kepada waktu, jika kau tak mau mengabulkan harap kedua ku, setidaknya bantu aku melepaskan belati indah ini" Hi guys!!😁 Welcome back di cerita ke dua ini😋 Di cerita Kali ini akumau bener bener ngikutin kejadian nyata ku dan imajinasi. So,, jangan lupa klik bintang di pojok bawah ya🤗
All Rights Reserved
#12
al
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bully My Obsession (GxG)(Season 1)
  • After Our Story
  • MASA SMA || EN- [ON GOING]
  • Where Are You?
  • SURAT CINTA UNTUK DARA
  • Ella Es Mía [ COMPLETED ]
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • 𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐒𝐭𝐫𝐮𝐠𝐠𝐥𝐞 ✔
  • DRABIA [END]
  • Dara Andita (COMPLETED)

Celine adalah sosok yang paling ditakuti di kampus-cantik, berprestasi, dan tak tersentuh. Tapi di balik semua itu, dia juga dikenal sebagai seorang bully yang selalu menargetkan mahasiswa pendiam dan kutu buku. Sera, mahasiswa tahun pertama yang tertutup, menjadi korban favoritnya. Berkacamata tebal, rambut selalu dicepol, dan lebih nyaman dengan buku dibandingkan manusia. Celine dan gengnya sering menjadikan Sera sebagai bahan ejekan, menarik rambutnya, menyembunyikan kacamatanya, atau sekadar membuat harinya sial. Tapi suatu hari, semuanya berubah. Saat Celine tanpa sengaja melihat Sera tanpa kacamata dan cepolannya, ada sesuatu yang mengusik dirinya. Bully yang ia lakukan tetap berlanjut, tapi semakin aneh-sentuhan yang lebih lama, tatapan yang tak bisa dijelaskan, dan bisikan yang terdengar seperti ancaman, tapi terasa berbeda. Sera membenci Celine. Tapi kenapa tatapan itu... malah membuatnya bingung? Di antara kebencian, ketakutan, dan rasa yang tidak seharusnya ada, keduanya terjebak dalam permainan yang semakin sulit dihentikan. Apakah Sera hanya korban, atau Celine sebenarnya yang lebih terikat dalam obsesi ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines