Dua Rupa

Dua Rupa

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 18, 2019
(PROLOG) BRAAKKK!!!! Ku pukulkan tanganku ke meja kuat kuat hingga terdengar suara hantaman yang keras yang membuat seisi kelas terdiam. " Hentikan! hentikan argument kalian yang tidak berdasar itu!!!" ucapku tegas sambil menatap kearah 2 orang itu dengan tatapan yang tajam. " Apa salah kami? Apa salah kami hingga kamu menatap kami dengan tatapan seperti itu? Semua yang kami ucapkan sudah jelas terbukti apa adanya." " Jika kamu tidak terima, apakah kamu mempunyai argument lain yang lebih kuat dari argument kami?" Serentak seisi kelaspun berbisik-bisik sambil menatapku dengan tatapan yang penuh pertanyaan dan mengejek. " Tentu saja, saya memiliki argument yang jauh lebih bias diterima secara logika." Jawabku tegas sambil tersenyum sinis kea rah mereka. Mereka saling menatap satu sama lain dengan penuh kebingungan. Suasana kelaspun menjadi hening. Melihat keadaan seperti ini membuatku ingin tersenyum geli sendiri, pasalnya setiapkali aku bicara dan menatap, mereka selalu kebingungan dan suasanapun menjadi hening. Yah, mungkin ini salah satu keahlianku yang paling aku banggakan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • We Are Abu-Abu!!!
  • Perfection of life (GRESHAN)
  • sifat berbeda? [zeedel]
  • SWEET LOVE [ON GOING]
  • STUCK
  • Harapan Bunga Terakhir
  • TAKDIR ANGELINA CHRISTY (END)
  • PERCAYA? [END]

{FOLLOW SEBELUM MEMBACA} **** ~3 tahun yang lalu~ "mau kalian apa sih? Kenapa kalian jahat banget sama Aku?" erang Arkan yang di iringi tangisan. "Gw mau, Lo hajar gw sampai masuk rumah sakit!" jawab Anak nakal itu dengan nada bicara tenang, namun terdengar tajam. "Kenapa harus gitu?" "Lo engga usah banyak nanya, sekarang hajar gw. CEPETAN!!!" Titah Anak nakal itu dengan paksaan. Arkan menatap manik mata anak nakal itu dengan sedikit bingung. "Apa sebenarnya yang di rencanakan?" Tanyanya dalam hati. Merasa tak ada responan, anak nakal itu langsung menghembuskan nafas berat, lalu mengamati mobil yang sedang berjalan ke arahnya. "Yaudah kalo Lo engga mau. Tapi jangan salah kan gw, jika kehidupan Lo, berubah drastis setelah ini " Brakkkkkk......... #langsung baca aja! {Jadi pembaca itu harus bijak ya! Ambil baiknya dan buang buruknya!} ~Murni hasil pemikiran sendiri~

More details
WpActionLinkContent Guidelines