Dua Rupa

Dua Rupa

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 18, 2019
(PROLOG) BRAAKKK!!!! Ku pukulkan tanganku ke meja kuat kuat hingga terdengar suara hantaman yang keras yang membuat seisi kelas terdiam. " Hentikan! hentikan argument kalian yang tidak berdasar itu!!!" ucapku tegas sambil menatap kearah 2 orang itu dengan tatapan yang tajam. " Apa salah kami? Apa salah kami hingga kamu menatap kami dengan tatapan seperti itu? Semua yang kami ucapkan sudah jelas terbukti apa adanya." " Jika kamu tidak terima, apakah kamu mempunyai argument lain yang lebih kuat dari argument kami?" Serentak seisi kelaspun berbisik-bisik sambil menatapku dengan tatapan yang penuh pertanyaan dan mengejek. " Tentu saja, saya memiliki argument yang jauh lebih bias diterima secara logika." Jawabku tegas sambil tersenyum sinis kea rah mereka. Mereka saling menatap satu sama lain dengan penuh kebingungan. Suasana kelaspun menjadi hening. Melihat keadaan seperti ini membuatku ingin tersenyum geli sendiri, pasalnya setiapkali aku bicara dan menatap, mereka selalu kebingungan dan suasanapun menjadi hening. Yah, mungkin ini salah satu keahlianku yang paling aku banggakan
All Rights Reserved
#230
ceritaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SWEET LOVE [ON GOING]
  • We Are Abu-Abu!!!
  • sifat berbeda? [zeedel]
  • Perfection of life (GRESHAN)
  • MY CICI [END]
  • Risalah Hati (ZeeSha) [END]
  • Harapan Bunga Terakhir
  • Natio

SWEET LOVE. . . Aku berjalan menunduk, menatap rumput yang sejak tadi ku tapaki tanpa alas kaki. Rasanya dingin karna masih ada sisa air hujan yang membasahi rumput-rumput itu. Langkahku terhenti, seseorang berdiri tepat di hadapanku. Aku mendongak, ku dapati wajah yang paling ku senangi. "Jalan liat ke depan, bukan nunduk," katanya sembari tersenyum ke arahku. "Karena aku tahu, kamu akan menghampiriku." jawabku Ku balas senyuman itu. "Ya benar. Aku akan selalu menghampirimu saat kamu melakukan hal yang akan membahayakan dirimu sendiri." Aku tersenyum lagi. "Perhatian sekali. Apakah kamu menyukaiku?" tanyaku dengan berani. Setelahnya aku mengutuki diri karena berani menanyakan hal paling gila padanya. "Butuh jawaban?" tanyanya. ⚠️ attention : - cerita ini masih dalam tahap pengerjaan jadi di mohon sabar - bahasa di dalam cerita ini tidak terlalu baku, jadi mohon maaf jika ada kesalahan bahasa - semua foto yang ada di dalam cerita ini juga diambil dari pin - di mohon jangan copy cerita ini ENJOY AND HAPPY READINGG!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines