Its' Started From a Bootle of Soju

Its' Started From a Bootle of Soju

  • WpView
    Reads 3,006
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 1, 2019
"Beraninya kamu bicara seperti itu ke saya?" Adrian menatap Davina dingin, Kilatan rasa marah terihat jelas dimatanya. "Kamu kira kalau kamu mohon ke Dylan dia bakal bawa kamu jauh dari saya?" "Tidak akan!" Adrian tersenyum sinis ke arah Davina "Dengar ya. Kamu harus baik ke saya! kamu tau kenapa?" Adrian menggeser tempat duduknya agar mendekat ke arah Davina, senyum sinis telah lenyap, berganti dengan kilatan marah dan menghujam tajam ke dalam mata Davina "Karena jika bukan karena izin saya, mustahil kamu bisa kembali ke perusahaan abang kamu!" [Cover dari pinterest]
All Rights Reserved
#20
billionare
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Side Effect: The Dilemma (END)
  • In His Shadow
  • Senin Sampai Jumat, kita [on going]
  • The CEO's Obsession
  • TOUCHED (End)
  • The Perfect Strangers
  • Oh My Bos!! [Kim Donghan] ✔
  • Queen for the King (SERI KE 2 I WIN YOU)
  • MY CEO ✓

Pria itu menatapnya dengan tenang, "kamu ingat perjanjian terakhir kita?" Hanami mengerutkan keningnya, "perjanjian? Kontrak kerja?" dia bertanya heran. Rian berdecak pelan, dia kemudian membuang puntung rokoknya. "Ini sudah lebih dari lima tahun, Hanami." Katanya, "kita sama-sama belum menemukan seseorang, bukankah sesuai kesepakatan, kalo kita harus kembali?" Kini giliran Hanami yang berdecak, tidak menyangka kalau Rian masih mengingat kesepakatan konyol yang mereka buat beberapa tahun yang lalu. "Kesepakatan tidak tertulis yang dilakukan dua bocah, itu gak ada artinya, Pak Adrian," ucapnya, setengah mendengus. "Kamu percaya takdir?" tanyanya, menatap lurus ke arah depan. Yang bisa dilakukan Hanami hanya menghela napas, dia enggan membahas ini. Kesepakatan itu sudah ia lupakan sejak lama, kenapa pria ini tiba-tiba membahasnya. "Menikah sama saya, Hanami."

More details
WpActionLinkContent Guidelines