KAMU
  • WpView
    Membaca 145
  • WpVote
    Vote 31
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Agt 25, 2019
Sudah berkali-kali disakiti, namun hati masih menginginkan untuk tetap bersama. Inikah yang dinamakan dengan cinta? Sehingga lelaki yang tulus pun di abaikan demi lelaki brengsek itu. Aznira benar-benar telah di butakan oleh cinta. Niat hati ingin melupakan, tapi waktu malah mempertmukan, seolah tak mengizinkan untuk lupa. ______ Wildan, lelaki yang berusaha menjadi baik untuk memantaskan diri bersanding dengan Aznira -sang pujaan yang ditemukannya semasa SMA- sebagai pendamping sehidup semati. Niatnya ingin melamar Aznira, didahului oleh Wira. Harapannya untuk menjalani kehiduoan bersama Aznira harus ia kubur dalam-dalam. Ia tak dapat lagi menikung di sepertiga malamnya, sebab Aznira sudah menjadi milik orang lain. Belajar ikhlas, hanya itu yang bisa ia lakukan. Ia yakin, takdir Allah pasti jauh lebih indah dari apa yang dibayangkannya. ______ Penyesalan memang selalu datang di akhir. Aznira menyesal pernah menolak tawaran Wildan yang pernah ingin menikahinya. Kini ia harus hidup dengan lelaki yang sudah tidak mencintainya seperti dulu lagi. Akankah perceraian terjadi? Hanya karena tidak mendapatkan cinta dari pasangan yang sudah menghalalkannya. Cinta, Aznira menginginkan cinta. Jika perceraian itu benar-benar terjadi, akankah Aznira bisa memiliki kesempatan kedua untuk menerima tawaran Wildan yang pernah melamarnya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#16
islamicstory
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • HIDIYAH (7 PASANG MUJAHID) TERBIT
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • Bidadari yang Tersembunyi[END]
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • ANNISA (Kala Takdir Menuntunku Padamu) ✓
  • Mendadak Ning (Selesai)

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan