I Need U Boy

I Need U Boy

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 15, 2020
Kuy kuy di baca....😁 "sekarang lo jadi pacar gue!!! Ini pernyataan dan bukan pertanyaan, jadi gue ngak butuh jawaban dari lo" ucap seorang laki-laki yang baru saja berdiri di depan nessa. "eh?" hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut nessa. Ia bingung siapa laki-laki yang ada di hadapannya ini, tiba-tiba mengklaimnya menjadi pacar. "huhhh... Masalah apa lagi ini" ucap nessa dalam hati. "kenapa begong? Lo denger ngak gue bilang ap barusan. Ok kalo ngak ada respon gue anggap lo setuju" ucap fero sambil tersenyum miring. "gue ngak mau dan ngak peduli! " ucap nessa dingin.Nessa membalikkan badan dan pergi menuju kelasnya. Tapi teriakan seseorang membuatnya berhenti dan membalikan badannya kembali. "gue juga ngak peduli tentang jawaban lo. Dan mulai sekarang gue anggap lo pacar gua" ucap fero dengan suara yang cukup keras. Setelah mengatakan itu, fero langsung membalikan badannya dan tersenyum menyeringai. Nessa hanya diam membatu melihat fero pergi begitu saja. Ia sudah lelah dengan ini semua, masalah baru apa lagi yang menghampirinya kali ini. Ia hanya ingin hidup tenang dan bahagia saat masa sma nya. Apakah tuhan tidak ingin dia bahagia? Apakai di dalam takdir nya tidak ada kata-kata bahagia? Buat yang penasaran langsung aja baca ceritanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • STUCK
  • ALGARA [OPEN PO 16 MEI-31 MEI 2026]
  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • Alice
  • ARTAN
  • Sweet Combat
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Rannia√
  • Takdir Semesta
STUCK

Coba deh mukul kaca sampai pecah. Sakit? Jelas. Hancur? Iya. Bisa utuh seperti semula? Bisa, cuma engga akan sama kaya awal. Itu perumpamaan perasaan gue ke lu. -Fauziah Veronnisa >>>>> "Gue minta maaf,Zi." "Minta maaf atas dasar apa? Kalau lu minta maafa atas dasar kejadian 3tahun lalu. Sorry sorry aja nih, gue udah engga terlalu mikirin." Ucap Ziah sambil mengalihkan pandanganya kearah lain. "Gue tau gue telat, tapi tolong. Kasih gue kesempatan kedua buat memperbaiki semuanya. Toh, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua." Balas Tama sambil tersenyum. "Apa lu pantes gue kasih kesempatan kedua? Biarpun pantes tapi maaf. Hati gue udah bukan buat lu lagi." Ucap Ziah. "Gue tau kok lu udah jatuh ke hati Rama. Apa. Gue. Salah. Kalau. Gue. Memperjuangkan. Apa. Yang. Seharusnya. Gue. Perjuangkan?" Ucap Tama sambil menekan sebelas kata terakhir. "Terserah. Intinya kalau lu minta keadaan kaya dulu lagi, maaf gue engga bisa dan engga akan pernah bisa. Gue pergi, Rama udah nunggu gue daritadi." Ucap Ziah sambil pergi meninggalkan Tama sendiri. Tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka berdua. "Kalau emang dihati lu masih ada Tama, kenapa lu harus nerima gue Zi? Apa gue harus ngelepas lu? Atau gue bertahan dan berjuang? Kalau gue berjuang dan bertahan, apa lu bakal pilih gue? Atau malah lu balik lagi ke masa lalu? Haha, miris banget kisah percintaan gue." Ucap Rama sambil pergi ninggalin tempat kejadian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines