Kakak Kelas

Kakak Kelas

  • WpView
    Reads 3,301
  • WpVote
    Votes 222
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 14, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Zira maaf." "Aku gak kenapa kenapa." "Kalau gak kenapa kenapa kenapa kamu nangis?" ---------------------------------------------------- Rafi tertarik pada mata amber yang ia lihat saat acara pembukaan anak baru. Mata itu membuatnya tertarik pada perempuan bernama Zira Aydhavia. Namun saat kedekatan mereka mulai berjalan, Dania, -mantan Rafi- datang karena menginginkan Rafi menjadi miliknya kembali. Disaat kata "baik baik saja" diucapkan maka kamu harus tau bahwa dia sedang tidak baik baik saja. "Aku sengaja gak pernah senyum, karena aku pengen, cuman kamu yang bisa liat senyum aku." Zira Aydhavia ©copyright by Reissaputri
All Rights Reserved
#891
teenlit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Backstreet
  • Important Figuran (END)
  • My Cold Prince (END)
  • AXELLE [END]
  • Possessive Samudera [Selesai]
  • FRIENDZONE
  • restart
  • Sergio
  • The First
  • Back For Me (Completed)

(Cover by pinterest) (Sedang tahap revisi) Saat dirasa nafas keduanya hampir habis, Edgar pun melepas tautannya. Dengan kening yang masih menempel satu sama lain, Edgar berbisik pelan. "Janji mau nurutin perintah gue?" Keesha yang tengah berusaha menetralkan detak jantung dan nafasnya yang sedikit terengah pun hanya bisa menatap Edgar tanpa berkedip. "Jangan deket sama cowok manapun termasuk Adrian," perintahnya dengan nada pelan tanpa menghilangkan syarat akan penekanan didalamnya. "Aku gak suka." Aku? "Janji?" tanya Edgar menyadarkan Keesha dari lamunannya akan panggilan Edgar tadi. "Iyan itu pengecualian," ujar Keesha mencoba bernegosiasi. Keesha mana bisa menjauhi sahabatnya itu. "Gak ada pengecualian. Siapapun itu aku tetep gak suka kamu deket sama cowok lain," tegas Edgar. Lalu tatapannya kembali terpaku, menatap kearah bibir Keesha. Sejenak hanya ada hening menyelimuti. Sampai terdengar helaan nafas keluar dari mulut Edgar. "Maafin aku." Dan lagi, Edgar melakukannya lagi. Kali ini lebih dari yang pertama. Entah bagaimana keadaan Keesha saat ini. Tidak ada kata yang bisa mendeskripsikan keadaanya sekarang. *** Tidak selamanya aku dan kamu menjadi kita. Ada kalanya kita adalah aku, kamu dan dia. Karna kita adalah rasa yang tepat, diwaktu yang salah. Tanggal publish 26 april 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines