Meniti Surga Bersamamu (Sudah Terbit)

Meniti Surga Bersamamu (Sudah Terbit)

  • WpView
    Leituras 116,337
  • WpVote
    Votos 5,255
  • WpPart
    Capítulos 20
WpMetadataReadConcluída ter, nov 12, 2019
WpInfo
Ficção
Romance
Novel bisa dipesan di: +6282223332183 (Admin Pustaka Yazku) "Gimana kalau nikah sama Khansa aja?" cetus Mami. "Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Khansa tersedak kuah soto. Menikah dengan lelaki menyebalkan ini? Big no, Mami! "Apaan sih, Mam? Khansa sampe tersedak, tuh!" protes Rama. "Masa, Rama nikah sama adik sendiri?" "Kan, adik angkat. Kalian bukan mahram, jadi ya ... halal menikah," bantah Mami. Rama jauh dari kriteria ideal dan punya track record buruk. Rasanya akan susah menaati suami model begitu. Lagipula, sudah ada Ihsan, seorang laki-laki kualitas premium. Pengusaha muda yang ia cintai dan sangat menginginkannya menjadi istri. Namun, tegakah Khansa menyakiti hati wanita yang paling berjasa dalam hidupnya?
Todos os Direitos Reservados
#133
islamicfiction
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Halaqoh Cinta | ✅ [SUDAH TERBIT]
  • Persimpangan Jalan (END)
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • Assalamualaikum Imamku
  • Zauji Zaujati [On Going]
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • Istri Pilihan Allah
  • Ta'aruf, Yuk! [SUDAH TERBIT]
  • STAY WITH ME |END|✓
  • Assalamualaikum Calon Imam ✔

| SPIRITUAL - ROMANCE | 🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷 Ketika seluruh keluarga mendesakku untuk segera menikah, maka itu malah membuatku semakin menghindar. Sempat terpikir olehku, pernikahan kini bukan lagi menjadi hal prioritas. Sampai aku bertemu dengan seorang perempuan bernama Alya, niat untuk menikah kembali muncul. Aku ingin mengajaknya ta'aruf dan menikahinya sesuai syariat Islam. _Althaf Said Abrisam_ Menikah, adalah satu kata yang tidak pernah terlintas sekalipun dalam pikiranku. Hingga muncul seorang laki-laki yang baru kutemui pertama kalinya, mengajakku untuk ta'aruf dengannya. Haruskah aku menerima lamarannya, di saat hati dan pikiranku masih menolak semua itu. _Alya Khansa Ramadhani_ 20 Oktober 2018

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo