We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Married With Bad Boy

Married With Bad Boy

  • WpView
    Reads 39,952
  • WpVote
    Votes 1,855
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 17, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Maira Zahira, perempuan dengan segala tingkah anehnya yang mampu membuat orang-orang di sekitarnya geleng-geleng kepala. Jiwanya seperti anak-anak umur tujuh tahun yang terjebak di dalam tubuh remaja berumur tujuh belas tahun. Delvin Kamandaka, laki-laki dengan segala pesonanya yang mampu membuat kaum hawa ingin memilikinya. Terlalu sempurna hingga orang mengira bahwa hidupnya baik-baik saja. Pemarah adalah salah satu sifatnya. Bagaimana jika Maira yang manja hidup serumah dengan Delvin yang pemarah? Apa yang akan terjadi? Pertengkaran atau justru membuat keduanya semakin dekat? ---------------------- "Kita nikah karena permintaan oma, jadi jangan ngatur-ngatur gue." "Kak Delvin juga jangan larang-larang Maira." Keduanya saling bertatapan sengit. Seperti berhadapan dengan musuh. "Jangan harap gue jatuh cinta sama lo!" "Sampai kapanpun Maira gak bakalan jatuh cinta sama Kak Delvin. Titik!"
All Rights Reserved
#439
marriage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He's My Best Friend [END]
  • My Teacher is My Husband
  • DERAN
  • Possessive Badboy [END]
  • Love Starlight
  • Kamadev
  • DAVARA
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • ARKASYA

Sudah [Tamat] ⚠️HARAM PLAGIAT" Aku nggak pergi. Aku hanya ada di hati kamu untuk sekarang,besok,dan selamanya," "I love you, Aretha Nararsya. You are the only one and forever." Aretha teringat kembali memorinya dengan Kara dan masih mengingat dengan jelas tatap teduh dari cowok itu. dia tersenyum hangat. Kemudian berkata "I love you Saskara Arkana. You are in my heart for now and forever." Aretha menatap makam itu dengan senyum hangat, lalu dia berdiri kaget melih Alva dengan tatap kosong sambil menarik tangannya memasangkan sesuatu di tangannya. "Dari Kara. Jangan untuk selamanya sampai mendapatkan cinta yang sejati. Simpan baik baik jika telah menemukan cinta itu." "Ayo sekarang kita ke bandara," ajak Alva mengulurkan tangannya pada Aretha. Aretha menerima tangan Alva tanpa sadar air mata itu lolos dari pertahanan kelopak mata Aretha. Semeliar angin menerpa wajah seorang menangis tertahan, dia masuk kedalam mobil matanya masih tertuju pada gundukan tanah itu walaupun mobilnya sudah berjalan jauh. "Aku tunggu kamu kembali dengan versi yang berbeda." _Saskara Arkana Krismantara_

More details
WpActionLinkContent Guidelines