Require Love (Kei Lovelyz)

Require Love (Kei Lovelyz)

  • WpView
    Reads 6,185
  • WpVote
    Votes 897
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadComplete Wed, Aug 27, 2025
Kiandra tidak pernah meminta untuk lahir dari rahim istri kedua ayahnya, atau meminta untuk jatuh hati kepada sahabat--yang justru menyukai kakaknya. Kiandra tidak ingin. Tapi takdir terkadang tak adil. Kiandra dituntut untuk sempurna seperti Krystal, kakaknya. Melakukan apa pun yang Krystal lakukan, dan menjadi apa pun yang Krystal inginkan. Kiandra, baginya hidup amat menyakitkan. Ia hidup dengan nama Kiandra, namun dipaksa menjadi bayangan Krystal. Kiandra ingin menyerah, tetapi takdir tak pernah memihaknya. "Di mana ada cahaya maka, di situ pula ada bayangan." -VOICE-
All Rights Reserved
#667
krystaljung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Chasing Sanara
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Last Yes!
  • De Andere Weg (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines