GHAERENDA LAND
Gempa tidak sengaja menemukan ruang bawah tanah di rumah almarhum tok aba. Di bawah sana, dia menemukan tiga buah kristal berlainan warna yang bersinar, Gempa juga menemukan sebuah buku kuno yang bertulisan bahasa yang aneh, yang sama sekali belum pernah dilihatnya.
Ditengah teror-teror dari makhluk malam, ia memberanikan dirinya untuk mencari tahu sesuatu meski malam menjadi waktu yang sangat berbahaya, didampingi teman-temannya yang juga tak membiarkan dirinya mencari 'itu' sendirian. Mereka juga bertemu dengan remaja-remaja lainnya yang sedang menelusuri sesuatu yang sama.
Hingga mereka menemukan penyebab kemunculan makhluk-makhluk malam itu, bersamaan dengan mereka terseret masuk ke sebuah dunia yang diyakini hanyalah bualan atau karangan saja. Satu-persatu kebenaran terus mereka temukan, termasuk fakta bahwa "mereka" ternyata...
----
Taufan tertawa terbahak, "Sol, ELU cuma harus... Liat mukanya aja, ya! Terima kasih banyak."
Blaze ikut menimpali, "Jasamu... Jasamu.. Ga akan pernah kita lupa Sol, tenang aja."
---
"INI SEMUA SALAH LO TOPAAAANN!!!"
"BUKAN GUEE, ITU BURUNGNYA YANG BERISIIKK!!!"
"BURUNG ITUKAN PELIHARAAN LO, SIALAANN!!"
---
"Halilintar!!"
"Gue gapapa, fokus sama para cecunguk itu!"
"Tch, dasar pengecut!!! Keluar lo SIALAN!!! JANGAN BERANINYA BACOT DOANG!! KELUAR DARI PERSEMBUNYIAN LO SETAN!!"
---
"Putraku.. Anakku..."