Pain Healer

Pain Healer

  • WpView
    Bacaan 967
  • WpVote
    Undian 52
  • WpPart
    Bahagian 30
WpMetadataReadCerita Lengkap Sel, Apr 27, 2021
Keterpanaan pada gugusan aksara yang dirangkai, silam direbahkan. Menganyam ukiran abjad hingga menjadi untaian diksi bernyawa; laksana fonem garis kehidupan. Mengabadikan seberkas bias dari warisan pikiran, sempadan untuk menuai pesan kepada yang melafalkan. Sebagai pijakan diri di pusaran keguncangan. Seluruh pelajaran hidup yang dipetik penulis selagi masih berziarah di bumi nestapa ini. Pesan perantara melalui riakkan hati sendiri maupun raga sekitar. Curahan semua rasa, segala pengalaman, seluruh kegetiran pula kemujuran, cinta ataupun hampa, bahkan dalam semarak maupun padam; hingga lantas berbuah segenap moral. Tertuang dalam secarik risalah batin yang usai hanya meninggalkan jejak kenangan. Refleksikan ketika kehilangan arah, gamang, resah, cemas, bahkan dalam kemelutan yang melanda butuh petunjuk jalan pulang. Hanya mengharapkan terbit seulas garis di paras wajah nan elok itu setelah merapalkan sedekap frase ini. "Even in the dark skies, sunset proofs that endings can be beautiful." ••• Pain Healer (mean.); penyembuh rasa sakit, ruang nafas, tempatmu berpulang, rumah.
Hak Cipta Terpelihara
#168
malam
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • Rustic Jam [END]
  • Lembut Seperti Doa
  • SajakSesak [Arief Aumar]
  • [✅] WITH YOU
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Luka Lara Luna || END
  • Diksi Dalam Sepi
  • Segala Tentangmu ❝

Aku hanya rindu bukan cinta hanya karena trauma ini aku tak lagi mempercayai lagi apa itu arti cinta jangan memulai dengan membawa luka lama, kembali lah dengan versi terbaik dan luka itu benar-benar kau sembuhkan dengan waktu ./ deary .. Dalam senyap malam yang kelabu, Rindu menyelinap seperti bayang, Mengisi ruang hati yang kosong, Mengusik luka yang belum sembuh. Rindu itu, seperti angin sepoi, Menyentuh lembut namun menusuk, Mengingatkan pada senyum yang hilang, Pada tawa yang kini tinggal kenangan. Trauma itu, seperti duri, Mengakar di dalam jiwa yang rapuh, Menggores setiap ingatan, Menghantui setiap detik yang berlalu. Malam-malam panjang tanpa bintang, Kusandarkan hati pada sepi, Menganyam harap di antara kelam, Berharap rindu dan trauma berakhir. Namun, rindu tak pernah lelah, Terus mengalun dalam hening, Sementara trauma tetap berbisik, Mengiringi setiap jejak langkahku. Dalam pertemuan bayang dan luka, Ku mencari cahaya di ujung jalan, Meski perih, meski berbalut duka, Aku percaya ada akhir dari rindu dan trauma.

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi