Manusia di Balik Kata

Manusia di Balik Kata

  • WpView
    LECTURAS 1
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, oct 4, 2019
Sebut saja ini Diary, tempat berkeluh kesahku yang paling setia, tempatku menceritakan segala kegundahan, kegelisahan, kemarahan hati, serta berbagai kisah-kisah menarik (aku tidak dapat berkata kisah ku menyenangkan, tetapi bagaimanapun kisahku tetap menarik) Awalnya kukira hanya ada aku dan kamu. Kemudian ada tokoh lain, dia. Dan dia-dia yang lain yang kemudian semakin banyak dan membuatku bingung. Aku pun menyadari bahwa relasi dua orang tidak mungkin benar-benar murni dua orang, jikalau ada salah satu orang yang mempersilahkan orang lain masuk. Dulu, kamu berkata kepadaku bahwa kamu menyayangiku dan aku percaya. Namun, mengapa sekarang begini? Apakah ini kesalahanku lagi? enjoy reading.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Everything Happens for a Reason
  • Verronica (COMPLETED)
  • Be Mine [COMPLETED]
  • Fall in Dilemma [END]
  • NISARGA [ PINDAH LAPAK !! ]
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • In Case
  • Maafkan Aku
  • Kita Sembuh Bareng?
  • BREATHE

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido