Kita Yang Sebatas Pernah

Kita Yang Sebatas Pernah

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 19, 2019
apakah kalian pernah bermimpi? apa mimpi kalian? apakah indah? burukkah? ... *** Ini bukan tentang apa yg hati kecilmu harapkan. Melainkan tentang perasaan yg sangat besar namun tak dapat diungkapkan. Kau lebih memilih diam sedang hatimu sangat ingin mengungkapkan isi hatimu. Dan ini bukan pula tentang bagaimana dirimu mencoba untuk melupakannya, melainkan kamu yg selalu berusaha melupakannya tapi tdk bisa ketika kamu melihat wajahnya. ini tidak semudah apa yg kamu bayangkan. Mencintainya sama dengan engkau menantang dunia. Dunia yg melarang perasaanmu. dan perasaanmu akan selamanya menjadi sebuah kesalahan. tp, apakah tuhan tidak menginginkan kamu bahagia dgn pilihanmu? Tentu saja tuhan ingin. namun bukan dengan dia melainkan dengan yang tuhan tentukan.
All Rights Reserved
#772
romantic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret Admirer
  • The Man
  • Takdir From Allah (Revisi)
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Saat Kita Jatuh Cinta
  • Dia Suamiku (ENDING)
  • SENJA UNTUK SAGARA
  • flashback~
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]

Apa yang kamu pikirkan mengenai mencintai? Melihat ia yang dari jauh? Menatap senyumnya yang memukau? Diam-diam berharap ia berbalik menatapmu dan merasakan apa yang kamu rasakan? Merasa bahagia ketika ia hanya mengingat apa yang pernah terjadi antara kalian? Senang hanya dengan bertukar sapaan? Senang karena bisa duduk disampingnya? Jadi menurutmu apa yang kamu rasakan ketika harus mencintai seseorang tetapi tak bisa mengungkapkannya. Perasan itu terasa nyata olehmu tapi ketakutan itu juga terasa begitu mengintimidasi. Apa yang harus kamu lakukan? Tetap menatapnya sembunyi-sembunyi? Bersikap munafik dengan cukup bahagia hanya memandangnya dan bertukar sapaan saja. Atau harus bersikap egois dengan memberanikan diri menyatakan bahwa kamu ingin memilikinya? Semuanya terasa rumit ketika cinta datang. Sejenak aku selalu berpikir dua hati yang saling menyatu adalah sebuah kejaiban lalu bagaimana dengan tiga hati yang terpaut? Akankah semuanya baik-baik saja? Mungkinkah akan berakhir bahagia seperti fairy tale yang ibuku ceritakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines