We and Our Ego

We and Our Ego

  • WpView
    Dibaca 7
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jul 19, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
Seluruh yang tenang nan damai tidak akan pernah tahu kapan akan dilanda badai. Yang begitu kokoh nan keras berjuluk karang tidak akan tahu kapan ia habis terkikis terpaan gelombang. Begitu juga hubungan. kita gapernah tahu fase baik-baik saja mulai berganti dengan fase yang "TIDAK" begitu baik. Kala egoisme memuncak mengganti sabar dan ikhlas di posisi utama. Masing-masing dari kita mulai lupa. Bahwa ego bukanlah Tuhan yang harus kita ikuti kemauannya. Kita pernah baik-baik saja. Bahkan jarak 83.7km bukan lagi menjadi masalah yang cukup berarti. Sudah berjalan satu tahun lebih dengan kondisi "Long Distance Relationship". Jarak bukan perihal masalah lagi, melainkan sudah menjadi bagian dari kami. We grow old. Egoisme mulai merasuk. Semula tenang kini berombak. Sedari lunak kini mengeras. Mulai lahir tangis. Mulai terbit resah. Harap gaada orang baru dihatinya yang membuatnya begitu berubah. it's about me, my boy and our ego.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • Pemangkas Jarak
  • FORGET THE TIME (yanneo)
  • One More Chance [HoonSoon]
  • Hopeless
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • The Devil's Love
  • 𓆩𝐖𝐡𝐲 𝐍𝐨𝐭 𝐓𝐡𝐢𝐬 𝐓𝐢𝐦𝐞?.𓆪 [Hiatus◁ II ▷]

Aku lupa sudah beberapa aku jatuh bersama angin yang kuat, bahkan hingga petir menyambar. Apa mungkin aku diciptakan sendiri? Kenapa Tuhan menghapus sedikit demi sedikit kebahagianku? Kenapa Tuhan tak menghilangkan rasaku saja, rasa yang selalu orang anggap manis namun ternyata beda apa yang aku rasakan, terlalu pahit. Rasa Cinta Terkadang rasa cinta tidak perlu alasan, kenapa rasa ingin meninggalkan begitu harus memiliki alasan aku tidak tahu jalan cerita cinta ini, cinta bagaikan teka-teki yang sulit untukku mengerti. Bagaimana aku bisa melihat dua orang yang benar-benar aku sayangi begitu menepati janjinya, janji untuk menjadi pawangku. Disaat badai itu datang dia benar-benar ada, jika yang disamping melukai yang belakang menguatkanku. Yang di belakang melukai yang disamping menguatkanku. Aku benar-benar bingung untuk melakukan apa, disaat seperti ini aku benar-benar tidak tahu yang harus aku lakukan. Aku melamun di jendela kamar melihat dua pohon yang setiap hari semakin tinggi. Pohon yang penuh kenangan. Ragaku disini tapi tidak dengan pikirkanku. Aku memikirkan kejadian yang mana dua pawangku berkelahi. Aku benar-benar ingin melerainya saat itu tapi niat aku urungkan karena orang-orang yang mencintai mereka berada tepat di sampingku, Aku begitu khawatir saat mereka adu jotos, aku tidak tahu yang di permasalahan apa. Aku ingin bercerita, bahwa aku pernah kehilangan lelaki yang aku pertahankan hingga beberapa tahun lamanya. Aku juga kehilangan satu nyawa laki-laki yang menjadi pawangku. Dan apa itu tidak cukup? Dan semua telah berubah semenjak hari itu, hari dimanakah semua hilang terbawa derasnya hujan. Aku ingin kembali seperti semula, berharap ada seseorang yang mengubahku tanpa pamrih. Aku sangat berharap. -Rainee Wijaya-

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan