CINTA MATAHARI

CINTA MATAHARI

  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 29, 2019
Meskipun usahamu setengah mati. Yang tak bisa mencintai, pada akhirnya harus engkau relakan pergi. *** Sekuat apapun hatimu merengkuh satu nama, pada akhirnya engkau akan tetap tunduk kepada ketetapan Tuhan, kepada siapa cinta itu telah dituliskan. *** Kadang, Engku perlu sadar dan merendahkan ego saat cintamu tak pernah diinginkan olehnya. Selayaknya Matahari yang merawat cintanya untuk Bumi. Ia tak perlu memeluk Bumi, sebab ia hanya akan membakarnya. Kasih sayangnya cukup menyinari dari kejauhan saja. Kisah ini adalah tentang arti melepaskan. Bahwa ternyata dibalik kisah 'cinta tanpa harus memiliki' terkandung hikmah dan pendewasaan sikap bagi para pelakunya. Kisah ini khusus buat kamu yang terlalu 'ingin' memiliki seseorang, hingga memakai segala cara yang bisa saja melukai hati banyak pihak. Coba belajarlah dari tokoh-tokohnya. Salam hangat, © 2019 by Reje Satya
All Rights Reserved
#28
gayo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketabahan Hati Aisyah [Revisi]
  • The Perfect Boy ✔
  • An Adventure of Love (In Junior High School)
  • Azzam [Republish]
  • Tak Sejalan
  • - YOU -  [TAMAT] ✓
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • ANGKASA
  • Everything Will Be Okay
  • FREL. (TAMAT) ✔

Kehidupan rumah tangga memanglah tidak mudah untuk dijalani. Tetapi memiliki seorang suami yang tidak meminta kesempurnaan istri, dan hanya mengharap rida Ilahi, tentu sudah pasti patut disyukuri. Barangkali demikian yang Aisyah rasakan. Di tengah ketidaksempurnaannya, sang suami berjanji atas nama Allah akan terus membersamainya sampai surga. Namun, bukankah kebahagiaan tak selamanya menghampiri kita? Mungkin demikian juga yang Aisyah rasakan. Hari, minggu, bulan, bahkan tahun yang terus bergulir membuat pertahanan Aisyah goyah. Ketika dia datang menjadi penengah di antara mereka tanpa pernah diduga, Aisyah kehilangan arah, semua langkah terasa salah, dan luka pun tidak lagi berdarah. Lalu, sebuah pertanyaan tercipta untuk nasibnya yang cukup malang. Wahai Aisyah, sang Humaira bagi suamimu, bagaimanakah keadaan hatimu? Tabahkan ia menghadapi dunia yang begitu menyiksa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines