Titik Jenuh

Titik Jenuh

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 11, 2020
Aku yang masih terduduk di sini. Masih tidak mau beranjak. Padahal, mungkin kamu sudah beranjak dari jauh-jauh lama. Saat itu. Namun, bagaimana lagi? aku hanya mengikuti kata hatiku yang bodoh ini. Aku memilih bertahan. Iya, aku memilih bertahan dengan kondisi hati yang rapuh hampir hancur ini. Aku sungguh berani. Bukan, bukan lagi berani namanya, tapi nekat. Sampai akhirnya kamu juga bertahan. Kita melanjutkan lagi perjalanan yang belum usai. Hingga suatu saat di tengah jalan, kita lupa kalau pilihan selalu ditemani resiko. Resiko jenuh. Timbul acuh. Muncul masalah dengan topik yang persis. Dan kita tidak tau sampai mana ini akan berlanjut.
All Rights Reserved
#3
titikjenuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Felicia> Januari With You
  • Bara & Tara
  • Stupid Love [END]
  • DENTING  [Revisi]
  • JANJI YANG TAK SEMPAT DITEPATI
  • Me,You and the story we went through.

‎Hendra... ‎seorang anak SMP yang bahkan tak lagi bersekolah. ‎Kulitnya legam, senyumnya pelan, ‎hidupnya penuh hinaan dan tatapan jijik. ‎ ‎Ia hanya ingin dagangannya laku... ‎dan pulang tanpa luka yang terlalu dalam. ‎ ‎Hingga suatu hari, ‎datanglah seorang gadis seperti bidadari. ‎Felicia. ‎ ‎Gadis cantik bermata sipit, keturunan kaya, ‎berjalan pelan ke arahnya... ‎lalu bicara dengan suara paling lembut yang pernah ia dengar. ‎ ‎Felicia tidak takut, tidak jijik. ‎Ia menggenggam tangan Hendra... ‎menemani dagangannya, duduk di sisinya, ‎dan mencintai dia-yang bahkan tak pernah mencintai dirinya sendiri. ‎ ‎Hari demi hari, Felicia menjadi cahaya. ‎Membuat Hendra tersenyum. Membuatnya percaya... ‎bahwa seseorang sepertinya bisa dicintai... bisa berarti. ‎ ‎Tapi cinta seperti Felicia tak datang untuk selamanya. ‎ ‎Dulu, seorang kakek pernah berkata, ‎"Kalau suatu hari... ada seseorang yang datang padamu, ‎seseorang yang mustahil untuk hadir dalam hidupmu... ‎tapi dia datang, menoleh, tersenyum, lalu duduk di sebelahmu, ‎biasanya... dia hanya dikirim untuk sebentar saja. ‎Untuk membuatmu merasa dicintai, ‎untuk menyembuhkan hatimu yang diam-diam patah. ‎Lalu setelah itu... dia akan pergi. ‎Bukan karena tak cinta... ‎tapi karena Penciptanya memanggil pulang." ‎ ‎Benarkah... Felicia akan pergi? ‎Apakah cinta sehangat itu... hanya datang untuk dikenang? ‎Dan bila benar ia akan hilang... ‎mampukah Hendra mengucap selamat tinggal... pada satu-satunya cahaya dalam hidupnya? 💔 ‎.

More details
WpActionLinkContent Guidelines