Aqia
  • WpView
    Reads 1,178
  • WpVote
    Votes 184
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 6, 2020
Diam-diam mencintai. Diam-diam patah hati. Tanpa ada pikiran untuk mengungkapkan semua isi hati. Tanpa ada gambaran untuk mengundurkan diri. Lara yang dipendam semakin mematahkan. Luka yang dibiarkan semakin menganga lebar. Sedari dulu, sekarang atau nanti pun hanya ada dua pilihan yaitu memperjuangkan atau merelakan.
All Rights Reserved
#20
menanti
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • April, Rasa & Cerita kacang rebus
  • Senja Tanpa Jingga
  • PILIHAN
  • Zeeva
  • Putri Tidur & Mawar Hitam
  • mimpi yang menyatu ( REVISI )
  • RUMITNYA BENANG CINTA
  • SAJAK HARAPAN
  • Raja Balap dan Raja Petarung

Ini cerita yang biasa saja. Sekedar tentang siklus hati. Dimana kita berteman, lalu tumbuh rasa suka, harapan-harapan mulai bermunculan, tapi sejurus kemudian kekecewaan menghantam tanpa ampun, yang akhirnya disusul dengan rasa benci. Sampai disini kah perjalanan siklus hati?. Tidak. Ia punya jalan lagi. Yaitu berjalan ke fase pertama. Pertemanan. Juga tentang pilihan Apakah harus memlilih membenci karena dia dan cinta. Atau lebih memilih merelakan demi kata kita dan cerita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines