Bian [PROSES REVISI]

Bian [PROSES REVISI]

  • WpView
    Reads 6,165
  • WpVote
    Votes 488
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 29, 2020
WpInfo
Non-Fiction
---{Proses revisi}--- "Tolong Bi, jangan siksa Bian," mohon Bian sambil menangis karena Bi Dira menarik tangannya dengan kasar. "Udah ikut aja nggak usah bawel, atau ... lo mau gw tambah lagi siksaannya, hah?!" ancam Dira. Dira menghentikan langkahnya di depan kamar mandi, lalu menghempaskan tangan bocah itu begitu saja. Dengan capat ia mengambil air dengan gayung lalu mengguyurkannya ke sekujur tubuh Bian secara terus menerus tanpa henti, sesekali Dira menjambak rambut hitam Bian dengan kasar. "Ampun bi," mohon Bian lagi dan lagi. "Enak aja ampun ampun, rasain nih biar lo ngga ngantuk lagi, hahahaha!" tawanya cukup keras dan menakutkan. *** "Enak, ya. Siang siang gini makan di meja makan. Lo lupa kalau di sini, lo itu cuma babu? Dan, yang boleh makan di meja makan itu cuma gue, ka Mia, ka Dira Mama dan Papa. Lo itu bukan siapa-siapa anak pembawa sial!" >•< Jika kamu berfikir kamu yang paling menderita, itu semua kesalahan besar. Terkadang, kamu merasa dirimulah yg paling menderita diantara yang lainnya. Nyatanya, banyak orang di luar sana yg lebih menderita dibandingkan dirimu, contohnya aku. Bian, anak lelaki yang harus menerima kenyataan pahit dalam hidupnya. Meskipun ia tergolong anak berkecukupan, tetapi hal itu tidak membuat dirinya menjadi bahagia seperti anak pada umumnya. Justru sebaliknya, ia selalu mendapat siksaan dari nenek dan ketiga bibinya. "Aku ingin menjadi seperti mereka di luar sana. Meskipun hidup sederhana, tetapi merasakan kasih sayang kedua orang tua. Tuhan, andai saja aku bisa menjadi seperti mereka, pasti akupun merasakan apa itu bahagia."
All Rights Reserved
#599
broken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Candramawa (Completed)
  • LET IT BE  [ 'Cause She Was Tired.]
  • Behind Blood Relations
  • Being a Good Papa [ End ]
  • LEARA
  • Paradise
  • Sejenak Luka
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • 27 FEBRUARI

Candramawa, sebuah sifat yang berarti hitam bercampur putih. " kata orang, ayah adalah cinta pertama dan peran utama dalam kehidupan anak gadisnya. Namun tidak bagiku, ayah adalah sosok pembuat luka pertama untuk putrinya. Dialah orang yang pertama kali menyakiti hati anaknya."- Putri Nanira " maaf karena Mas Aras ga bisa selalu ada buat kamu. Tapi ingat, kamu adalah perempuan terpenting setelah ibu."-Aras Elniro " aku tau perempuan ga butuh janji, karena yang mereka butuhkan adalah tindakan. Sebab itu tunggu aku, sampai aku benar benar bisa menyembuhkan lukamu."- " Maaf, karena hanya mampu mencintaimu dalam diam."- ***** Insyaallah update setiap hari yaaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines