Dumb Teen's Problem

Dumb Teen's Problem

  • WpView
    LECTURAS 1,516
  • WpVote
    Votos 119
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, dic 18, 2019
WpInfo
Fanfic
1Direction
Benar kata Roma Irama, jangan bergadang kalau tidak ada artinya. Ro kapok bergadang. Karena kopi dan soda, Ro dianggap telah melakukan hal tidak senonoh dengan bintang basket sekaligus pembuat onar ternama di sekolahnya, Noah. Sudah jatuh tertimpa tangga. Tidak hanya terpaksa menjalankan hukuman bersama Noah (yang--by the way--diberikan oleh guru paling killer di sekolah). Ro juga dituduh bahwa dia memang memiliki hubungan khusus dengan Noah oleh orang-orang di sekitarnya. Sialnya, Noah justru tidak mau menepis tuduhan itu. Yang ada, dia justru menambah bensin pada kobaran api. Kurang ajar. Akhirnya, hari-hari Ro, seorang murid teladan yang tidak suka neko-neko, pun diwarnai dengan berjuta drama dan masalah-masalah bodoh kaum remaja. Because with the troublemaker, comes the trouble. ⚠ Explicit language Copyright © raeniwrites 2019
Todos los derechos reservados
#262
new
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • CLASS F
  • ETS 03-When We Fall in Love
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • ANGKASA ✔
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • 365 Day's to Fall in Love
  • Eramnesia
  • GASA [end]
  • Electric Kiss [아파도 돼]
CLASS F

Kelas F di mata penghuni sekolah : 1. Kumpulan anak dengan IQ jongkok. 2. Penghuni tetap ranking 20 terbawah di jurusannya. 3. Solidaritas dalam kelas nilainya F alias fana. Nyaris tidak pernah tercipta. 4. Trouble maker alias parasit sekolah. 5. Para pemilik masa depan kurang jelas. Perihal pernyataan di atas fakta atau bukan, itu tergantung cara kalian memandangnya. Yang jelas, anak-anak itu tidak peduli, atau memilih untuk masa bodoh dengan penilaian manusia-manusia yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Mereka tidak peduli dengan nilai ulangan yang tidak mencapai KKM, dengan materi pelajaran yang diberikan guru, dengan PR yg harus dikumpulkan tepat waktu, dengan tata tertib dan aturan yang tidak boleh dilanggar, juga tentang ujian nasional yang katanya menentukan masa depan. Hingga suatu hari, sang wali kelas terancam dipecat karena dianggap gagal mendidik mereka. Hanya ada dua pilihan yang bisa dilakukan anak-anak itu. Menjadi egois atau peduli. °°° A/n. Cerita ini ditulis sebagai salah satu bentuk kampanye #IndonesiaMembaca dengan bertemakan Teen Literature. #TeenlitIndonesia @teenlitindonesia

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido