Aku Bukan Untukmu

Aku Bukan Untukmu

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 12, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Semoga kamu bahagia disana ya dit" Kataku lirih dengan nada sendu, dan berusaha menyimpan air mata, agar tidak keluar. "Aku ga akan bahagia, bahagia ku cuma bersama kamu sa" jawabnya lirih. Tahan sa, Lo harus kuat. Lo ga boleh nangis di depan adit. Aku menyimpan segala kesedihan ku, dan berusaha agar air mata ku tidak jatuh. Dan ku tunjukkan senyuman untuknya, meskipun senyuman ini adalah senyuman kepedihan tapi aku harus berusaha tegar dan kuat di hadapannya. "Dit, kebahagiaan kamu itu bukan bersamaku. Tapi bersama Rika" kataku dengan senyuman dan menepuk pundak nya dengan pelan "Rika?" Adit mengernyitkan dahi, kelihatan sekali ia bingung dengan perkataanku. "Iyaa, Rika dit. Rika yang tulus sayang sama kamu, dan sangat menginginkan kamu. Dia juga ga pernah menyia-nyiakan kamu dit. Gak seperti aku, aku yang sudah menyiapkannya kamu, aku yang sudah menyakiti kamu berulang kali, dan aku gak pernah menghargai perasaan kamu terhadap aku dit. Dan aku yakin kamu pasti bahagia dengannya" Setelah bertahun-tahun jadi readers akhirnya aku mencoba hijrah dan belajar jadi writer, maaf kalau masih amburadul ceritanya, karena ini cerita pertama aku. Semoga kalian suka ya dan terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca. Jangan lupa vote dan komen ya 😊
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • MY LOVE STORY
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • THE UNYIELDING  [END]
  • between love and edelweiss 2 [END]
  • Love & Lost
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat

rumah yang tadinya harmonis, berubah 180° hanya dalam satu malam,dan di sini lah kehancuran di mulai Entah siapa yang salah di sini,dan siapa yang tersakiti disini, semuanya merasakan sakit yang sama,namun mereka lebih memilih bertahan karena alasan masing masing. "Kita ga boleh benci sama orang yang udah hancurin hidup kita,kita juga ga boleh balas dendam sama orang yang merenggut kebahagiaan kita,semuanya sudah di atur dan tuhan tau mana yang lebih baik"-indah lexia cahya • • • • • • "Kita ga boleh benci sama dia kak,yang salah bundanya bukan dia" ucap indah mengusap lembut rambut panjang putrinya *kalau ga paham deskripsi nya mending langsung baca aja* ⚠️Wajib vote dan komen!!! •sebelum baca ikuti akun ku dulu biar ga ketinggalan info cerita kedua aku,semoga banyak yang suka ya..

More details
WpActionLinkContent Guidelines