Aku Bukan Untukmu

Aku Bukan Untukmu

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 12, 2019
"Semoga kamu bahagia disana ya dit" Kataku lirih dengan nada sendu, dan berusaha menyimpan air mata, agar tidak keluar. "Aku ga akan bahagia, bahagia ku cuma bersama kamu sa" jawabnya lirih. Tahan sa, Lo harus kuat. Lo ga boleh nangis di depan adit. Aku menyimpan segala kesedihan ku, dan berusaha agar air mata ku tidak jatuh. Dan ku tunjukkan senyuman untuknya, meskipun senyuman ini adalah senyuman kepedihan tapi aku harus berusaha tegar dan kuat di hadapannya. "Dit, kebahagiaan kamu itu bukan bersamaku. Tapi bersama Rika" kataku dengan senyuman dan menepuk pundak nya dengan pelan "Rika?" Adit mengernyitkan dahi, kelihatan sekali ia bingung dengan perkataanku. "Iyaa, Rika dit. Rika yang tulus sayang sama kamu, dan sangat menginginkan kamu. Dia juga ga pernah menyia-nyiakan kamu dit. Gak seperti aku, aku yang sudah menyiapkannya kamu, aku yang sudah menyakiti kamu berulang kali, dan aku gak pernah menghargai perasaan kamu terhadap aku dit. Dan aku yakin kamu pasti bahagia dengannya" Setelah bertahun-tahun jadi readers akhirnya aku mencoba hijrah dan belajar jadi writer, maaf kalau masih amburadul ceritanya, karena ini cerita pertama aku. Semoga kalian suka ya dan terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca. Jangan lupa vote dan komen ya 😊
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [2] Keluarga Kaktus | Ondah Family
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • THE UNYIELDING  [END]
  • Love & Lost
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • MY LOVE STORY
  • Perjalanan Cintaku...
  • Full Of Scratches
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • She(r)

"Dasar keluarga kaktus! " "Saling menusuk satu sama lain! " • "Papa tuh udah aki-aki, gelo nya kurangin dikit napa" "Dasar ternak! sopan banget lu begitu sama bokap" • "Gue ga di anggep anak nih?" "Lu mah anak pungut!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines