Cinta Yang Dinanti

Cinta Yang Dinanti

  • WpView
    Reads 694
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 30, 2023
"Aisyah, Tunggu! Aku mau melamarmu." Tidak ku sangka kata itu keluar dari mulutku. Sebuah kata yang mempunyai arti sejuta makna. Kata itulah yang membuat semua gadis diseluruh negeri ini akan terdiam kaku. Termasuk Aisyah. Seorang gadis sholehah yang menjadi idamanku selama ini. Aisyah terdiam saja. Ku ambil nafas dalam-dalam menunggu jawaban itu. "Salim, maaf Aku tidak bisa." Jawab Aisyah dengan suara lirih. Kriingggg....kriingggg! ( suara alarm berbunyi ). Membangunkanku dari mimpi yang entah bagus atau buruk itu. "Payah! Ternyata hanya mimpi." Cetusku dalam hati. *** Halo, guys, ini adalah cerita pertama kami. Kisah ini adalah penjabaran dari lagu nasyid kami yang berjudul Cinta Yang Dinanti. Seluruh nama tokoh dan alur cerita 100% fiktif. Enjoy ;) Selamat Membaca By: Sahdan Voice Nasyid
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Adiba
  • Terlambat (End-Terbit)
  • Secret Admirer
  • Aisyah
  • ABOUT SHANUM (End)
  • Imam Dalam Tahajud (Completed)
  • SEGITIGA CINTA
  • Leader Girl (END)
  • Cinta Yang Tertukar (finish✔️)
Adiba

Adiba Shakila Atmarini. Mempunyai banyak kisah motivasi didalam hidupnya. Tentang gadis piatu yang ditinggalkan ibunda tercinta sewaktu melahirkannya ke dunia. Tentang gadis berjilbab yang mengejar cita-citanya menjadi seorang dokter. Lalu tentang Abrisam yang dulunya menyukai dunia pesantren, tiba-tiba menjadi laki-laki yang tidak bermoral. Tentang Nizam, lelaki Sholeh yang memilih menyimpan rasa seperti Ali kepada Fatimah. Kita tidak pernah tau bagaimana takdir seseorang, yang terpenting ikhtiar dan diselingi dengan doa. Hidup akan terasa lebih mudah, bila dijalankan dengan rasa syukur. " Apa yang membuat kamu masih mencintainya?" " Bukan seperti itu pertanyaan yang seharusnya. Yang benar itu, apa yang membuat Allah masih mencintai aku sebagai makhluknya?" "Kamu terlalu baik." "Allah yang terlalu baik sama aku." Dia bungkam!

More details
WpActionLinkContent Guidelines