Sepenggal kisah

Sepenggal kisah

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 25, 2019
Titik-titik air hujan mengetuk jendela kamarku dengan berisik. Pepohonan diluar jendela ikut basah dan goyah karena derasnya hujan serta angin kala itu. Dan ingatan itu terus datang satu persatu seperti bersamaan dengan derasnya rintik demi rintik air hujan. Bagaimana bisa? ingatan itu selalu datang sedangkan kisah itu sudah lama usai bahkan ia pun telah memiliki penggantiku disana mungkin bahkan ia tidak mengingatku lagi sebagai sosok yang pernah berusaha membahagiakannya meski sakit sekalipun yang di dapatkan. Vio memeluk erat boneka pemberian lelaki itu dengan penuh rasa rindu yang semakin hari semakin dalam ia rasakan. Dinginnya musim penghujan kala itu tidak membuat ingatan itu lenyap terbawa kencangnya sang angin. Wanita itu segera beranjak dari tempat diamnya yang sejak dari tadi ia diami, ia perlahan membuka laci yang tepat ada di sebelah ranjang tidurnya kembali ia menemukan sekumpulan foto-foto yang menggambarkan betapa bahagianya kedua orang di dalam foto itu tersenyum lebar dengan memperlihatkan sederet gigi putihnya. Vio tersenyum lebar. "Miss you-!" Didalam hati ia masih berharap bahwa lelaki itu masih bersamanya hingga suatu saat nanti.
All Rights Reserved
#996
alone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVANSA [Completed]
  • Aksara Lingga
  • A Symphony of life
  • SWEET LOVE [ON GOING]
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Cinta setelah Cinta
  • DeaSea
  • Forever Alone (Sudah Terbit)

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines