Jejak (NEW)
  • WpView
    Membaca 67
  • WpVote
    Vote 25
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Agt 11, 2019
WpInfo
Fiksi Penggemar
Delvin merupakan seorang gadis berusia 15 tahun yang pandai mengarang cerita dan bersuara bagus. Kehidupannya berjalan dengan baik sampai ada suatu tragedi yang merenggut kebahagiaannya. Dapatkah Delvin menemukan kebahagiaan dalam hidupnya kembali?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#90
jejak
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]
  • Rindro (SELESAI)
  • ZAWIL
  • Antagonis 2 (END)
  • Indah pada waktunya☆
  • -AVISHA- [TAMAT]
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • My Beloved Revenge [END]

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan