[2] My Little Brother

[2] My Little Brother

  • WpView
    Reads 21,825
  • WpVote
    Votes 1,792
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 21, 2019
Dokter itu menatap kearah Ji hoon yang kemudian menganggukkan kepalanya. "Waktu kematiannya pukul dua puluh tiga lewat empat puluh menit. Maaf, kami tidak bisa menyelamatkan bayi anda nyonya." Tae hee yang menangis keras, sementara Ji hoon menampakkan wajah datarnya. . Dan semua itu adalah awal dari segalanya. Sebuah penyesalan yang tidak akan bisa ditebus oleh apapun, sebuah penyesalan yang harus dibayar mahal. "Aku menyesal Joon-ah, harusnya aku tidak melakukan semua itu. Sekarang, harus kemana aku mencarinya." "Selamat, kalau begitu hiduplah bersama penyesalanmu sampai mati Ji hoon-ssi."
All Rights Reserved
#457
parkchanyeol
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aleum And 7
  • "Hyung" Exo
  • ᴹʸ ᴶⁱᵐⁱⁿ⁻ˢˢⁱ YOONMIN [DEWASA] END✓
  • [END] Malaikat Yang Dirindukan -Guanho
  • Sweet Psychopath -Kim seokjin (TAHAP REVISI)
  • LOST LIGHT✓
  • SHORT STORY || EXO
  • Fairy Love

"Dia Aleum." "Maksudmu?" "Dia adik kita." Hidup mereka rasanya tanpa arah saat sang Ayah yang merupakan orang tua satu-satunya untuk mereka pergi dari dunia ini, ditambah lagi, saat anak tertua dari keluarga Kim memperkenalkan seorang gadis kecil berusia empat tahun yang sedang mengenakan baju duka dihiasi dengan wajah sembabnya. "Kau gila?! Anak ini berusia empat tahun! Jungkook bahkan berusia empat tahun! Bagaimana bisa dia menjadi adik kita?" Anak kedua keluarga Kim menatap kakaknya tidak mengerti, ohhh ayolah, mereka sudah dikagetkan dengan kepergian ayah mereka secara tiba-tiba, tidak lucu jika bercanda dengan membawa anak gadis berusia empat tahun untuk mereka urus. "Aku tidak tahu Yoongi. Nama anak ini ada disurat yang ditulis ayah! Aku bahkan baru melihatnya saat seorang wanita tua membawanya kesini." Yoongi hanya bisa memijat dahinya frustasi, ia menatap anak itu dengan wajah berkerut nya, anak berusia empat tahun, seorang gadis, dam sepertinya terlihat cengeng. "Kau yakin?" "Aku harus yakin, bagaimanapun dia juga bagian dari kita."

More details
WpActionLinkContent Guidelines