Story cover for Tak Seindah Bintang by sutantrimalango
Tak Seindah Bintang
  • WpView
    Reads 292
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 292
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jul 24, 2019
Ini bukan saquel dari SERPIHAN, tapi masih saling berkaitan. Jadi alangkah baiknya baca SERPIHAN terlebih dulu :v



Warning!! Mengandung banyak kata kasar, hehe.


________________



"Inda!"

Menghentikan langkah, sontak gadis dengan seragam abu-abu itu berbalik menatap sesosok manusia yang berperan besar menggoreskan luka di hatinya.

"Mau sampe kapan Lo kek gini terus? Ini bukan Inda yang gue kenal." 

"Dari awal gue emang udah asing Bin, lagian gue cuma main-main kok." Ujar gadis itu dengan senyum licik nya.

"Murahan-_"


"Pfftt, lucu Lo ya." Kelakar amat jenaka Inda keluarkan agar perih akibat ucapan kasar itu tertutupi.

Tidak, seorang Dewinda Purbasari tidak boleh lemah di depan pemuda brengsek ini, 

Bintang Prayoga Dirgantara.

"Kenapa Lo gak pernah ngerti, ha? Sikap bar-bar Lo yang kayak gini buat Afia takut."


"Sebegitu pedulinya ya, rasa takut Afia lebih penting dari perasaan pacar Lo sendiri."

"Lo kan tau.. Afia sakit, dan dia butuh gue" Frustasi Bintang serupa bentakan, karena sekali lagi ia ingin mengingatkan gadis di depannya ini.


Tersenyum tipis dengan bening air mata yang mulai menebal, Inda mendekat
"Terus gue ngga?
 Lo pikir cuman Afia yang sakit? Dan hati gue engga, gitu? 
Sakit Bin, ketika gue berusaha bertahan menerima semua cacian orang tentang betapa buruknya harga diri gue demi hubungan ini, dan Lo? Untuk peduli aja ngga pernah."


"Dewinda.." Cicit Bintang sekali lagi,

"Lupakan! gak ada pengaruhnya juga gue ngomong ini." Mengusap kasar wajahnya, Inda mulai mengambil aba-aba pergi. 

"Ah iya, satu lagi. 
Lo bebas sekarang, bahagiakan 'dia' sesuai janji dan gausah pedulikan gue." 

Kali ini Inda benar-benar mengambil langkah pergi, ia hanya akan menyakiti dirinya sendiri jika terus bersama Bintang.
.
.
.

Karena Bintang nya kini sudah tak seindah dulu.
All Rights Reserved
Sign up to add Tak Seindah Bintang to your library and receive updates
or
#16inda
Content Guidelines
You may also like
BarraKilla by novaadhita
64 parts Complete
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
Stay (Away) by hazelaice
64 parts Complete
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b
You may also like
Slide 1 of 9
BarraKilla cover
Lelah Dilatih Rasa [END] cover
Semu [Completed] cover
DRABIA [END] cover
RAJAWALI cover
Stay (Away) cover
Rama Prananta (Sudah Terbit) cover
DAVARA cover
TANTAN ; with you [ ON GOING ]  cover

BarraKilla

64 parts Complete

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!