DelAzka
  • WpView
    Letture 898
  • WpVote
    Voti 60
  • WpPart
    Parti 10
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, ago 9, 2020
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
"Inget gak dulu lo pernah curhat ke gua?" tanya Azka sembari terkekeh kecil. "Ih apaan si enggak enggak." jawab Dela pura-pura tidak tau apa yang ditanya oleh Azka. "Curhat...." Azka menggantungkan ucapannya. "Curhat...." kembali menggantungkan ucapannya. "Apa apa apa coba apa?" jawab Dela dengan raut muka yang menahan tawa tetapi dengan mata melotot. "Curhaaaaaaattttttt.........." "Curhat MANTAN!" jawab Azka dengan menekan kata bagian belakangnya "hahahaha" tawa Azka dengan memegangi perutnya. "Ish!!" sewot Dela. "Apaan si ah, udah si gak usah dibahas." dengan raut wajah yang manyun dengan menahan tawa. Lalu menghadap ke arah Azka yang sedang tertawa puas. Tetapi Dela tidak kuat melihat Azka yang sedang tertawa. "Hahahahaha" akhirnya mereka berdua tertawa bersama dan berbahagia bersama tanpa adanya hati yang tersakiti. ... Lanjutin guys!! Hargailah karya orang lain selagi karya kita ingin dihargai juga..
Tutti i diritti riservati
#694
percintaan
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • STUCK
  • dimana janji tersebut
  • Jodohku
  • ARGLADIS
  • DANADYAKSA
  • Sweet Combat
  • Arsyilazka

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti