Jarak Diantara Kita

Jarak Diantara Kita

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Jul 29, 2019
Ini puisi ku tuk dia,iya dia! Orang yang selama ini aku kagumi secara diam-diam. Aku terlalu takut, jikalau aku mengungkapkan perasaan ini, takut dan malu seandainya dia menolakku. Cara mengungkapkan perasaan bukan hanya say 'I love you' aja,kan? Ada banyak cara mengungkapkan perasaan,ya salah satunya menulis puisi. Dengan menulis puisi orang akan tahu apa yang kau rasakan Dan ini lah cara ku, cara ku mengungkapkan perasaan ku untuk Dia. ^_^ Ini rangkaian kata-kata yang ku rangkai menjadi alunan puisi. *** I hope you like it :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • KUMPULAN PUISI
  • Lembut Seperti Doa
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Tentang Rasa
  • Ungkapan Perasaan.
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Happier Than Ever [COMPLETED]

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines