Ketika Cinta Bertasbih

Ketika Cinta Bertasbih

  • WpView
    Okunma 33
  • WpVote
    Oy 2
  • WpPart
    Bölüm 1
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cum, Tem 26, 2019
WpInfo
Kurgu
Sosyal Temalar
"Tuhan baik ya?" Kata itu selalu membuat aku mengenang sosokmu, iya Dia baik sangat-sangat baik, saat tahu kita tidak bisa menyatu maka Dia kembali membawamu, menggambil paksa dari genggamanku. Setelah kamu pergi meninggalkan aku, rasa ini begitu perih menyayat meninggalkan duka terdalam, maaf atas perbuatanku selama ini memperlakukan kamu, bukan sengaja hanya saja ini cara yang bisa aku perbuat untuk mencegah gejolak cintamu makin mendalam terhadapku. *** Di halte ini aku temukan sosokmu yang lain, darinya aku belajar menghargai cinta, berjuang sendiri tanpa ada respon, mengenal rasanya sakit hati, diusir dan ditolak secara halus oleh orang yang dicintai. Semua perjuangan yang kamu lakukan selalu aku abaykan dan kini aku merasakan itu dari dirinya, setelah memiliki dia seutuhnya, aku merasa tidak bisa membagi cinta yang dimiliki untukmu kepadanya, titik jenuh dia rasakan dan aku mulai memahami tentang seperti apa dirinya. Kalian adalah dua orang wanita yang aku cinta dan sama-sama keras kepala, tidak mudah menyerah, penurut juga lemah lembut.
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Backstreet
  • Another Me
  • Before Goodbye
  • When Love is Breaking
  • Ambiguous
  • Thank You ( Kim Taehyung ).
  • Jatuh Cinta Diam-Diam
  • TAK BERSAMBUT
  • flashback~

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi