"Tuhan baik ya?" Kata itu selalu membuat aku mengenang sosokmu, iya Dia baik sangat-sangat baik, saat tahu kita tidak bisa menyatu maka Dia kembali membawamu, menggambil paksa dari genggamanku.
Setelah kamu pergi meninggalkan aku, rasa ini begitu perih menyayat meninggalkan duka terdalam, maaf atas perbuatanku selama ini memperlakukan kamu, bukan sengaja hanya saja ini cara yang bisa aku perbuat untuk mencegah gejolak cintamu makin mendalam terhadapku.
***
Di halte ini aku temukan sosokmu yang lain, darinya aku belajar menghargai cinta, berjuang sendiri tanpa ada respon, mengenal rasanya sakit hati, diusir dan ditolak secara halus oleh orang yang dicintai.
Semua perjuangan yang kamu lakukan selalu aku abaykan dan kini aku merasakan itu dari dirinya, setelah memiliki dia seutuhnya, aku merasa tidak bisa membagi cinta yang dimiliki untukmu kepadanya, titik jenuh dia rasakan dan aku mulai memahami tentang seperti apa dirinya.
Kalian adalah dua orang wanita yang aku cinta dan sama-sama keras kepala, tidak mudah menyerah, penurut juga lemah lembut.
All Rights Reserved