Story cover for Aku by RatnaKusuma669
Aku
  • WpView
    OKUNANLAR 11
  • WpVote
    Oylar 0
  • WpPart
    Bölümler 2
  • WpView
    OKUNANLAR 11
  • WpVote
    Oylar 0
  • WpPart
    Bölümler 2
Devam ediyor, İlk yayınlanma Tem 26, 2019
Aku Ranti Safitri usia 20 tahun, aku lahir dari keluarga sederhana, Bapak seorang petani dan ibu seorang pedagang. Aku mempunyai adik perempuan bernama Rina Ayu Safitri, kami beda usia 6 tahun. Ini kisah hidupku, ambil sisi positifnya jadikan pelajaran hidup ❤
Tüm hakları saklıdır
Eklemek için kaydolun Aku kütüphanenize ekleyin ve güncellemeleri alın
veya
#144mandiri
İçerik Rehberi
Ayrıca sevebilecekleriniz
ift2000 tarafından yazılmış DIA ADALAH NAJA adlı hikaye
88 bölüm Devam ediyor
*** Aku Nasya Anindya Arkana. Lebih mudahnya, sebut saja Naya. Hari ini adalah hari kelulusanku, setelah kurang lebih empat tahun lamanya aku menempuh pendidikan strata satu di kampus yang ada di ibukota provinsi. Aku satu-satunya anak orang tuaku, maka dari itu sifatku sedikit manja, tapi aku juga mandiri kok. Papaku adalah Papa Arkana, beliau pemilik salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti. Kalau Mama, namanya Gayatri. Agar lebih mudah mengingatnya, sebut saja Mama Iyat. Beliau adalah istri Papa, Mamaku. Mama gak kerja, karena yang kerja anak buahnya. Mama punya beberapa butik di beberapa kota, salah satunya di kota tempat tinggal kami sekarang. Ah iya, aku hampir lupa. Aku juga punya seorang kekasih, dia dua tahun lebih tua dariku. Dia anak dari sahabat Papa. Kami bertemu sejak aku berusia delapan belas tahun, ya benar, saat aku menjadi mahasiswa baru di kampusku. Kekasihku itu dulunya seorang presiden mahasiswa, aku beruntung karena bisa mendapat banyak pelajaran darinya. Kebetulan kami juga mengambil jurusan yang sama, jadi jika aku tidak paham dengan mata kuliahku, dialah yang membantuku dan menjelaskan ulang hingga aku paham. Hubungan kami sudah berjalan sekitar tiga tahun. Lalu satu tahunnya bagaimana, bukankah aku kuliah selama empat tahun? Ya, satu tahunnya adalah masa pengenalan, pendekatan dan perkelahian. Hampir setiap hari dia mengusiliku, katanya agar aku selalu mengingatnya walaupun yang kuingat hanya tingkahnya yang mengesalkan. "Naya, kamu sudah bangun nak, cepat siap-siap" ucap Mama Iyat dari luar kamar. "Iya Ma, ini mau siap-siap" sahut Naya. Naya menutup laptopnya setelah mengupload beberapa kata yang barusan dia ketik disana.
Ratnasari_Eka tarafından yazılmış Tentang Aku adlı hikaye
12 bölüm Tamamlanmış Hikaye
Namaku mempunyai banyak makna, tergantung bagaimana orang lain melihatnya dari sudut pandang mereka. Tidak terkecuali bagi orangtuaku. Ayahku memberikan nama dalam Bahasa Sansekerta. "Eka Ratna Sari" itulah namaku. Panggil aku "Eka", atau "Ratna". Kecuali jika sedang dijahili oleh sepupuku, dia meledekku dengan salah satu merk serbuk minuman pereda panas dalam. Kata ayah, namaku berarti : "Anak pertama yang menjadi permata hati untuk kedua orangtuaku" Sebuah doa meski bukan dalam Bahasa Arab. Aku yakin Allah mengerti semua bahasa. Aku lahir sehari setelah R. A. Kartini dilahirkan, namun ditahun '97 Kata orang, aku anak dokter, bukan karena Ayah atau Ibuku berprofesi sebagai seorang dokter. Namun karena sejak kecil aku mudah sakit. Meski begitu, aku tidaklah lemah, Allah Menguatkanku. Aku itu keras kepala, Ibu bilang karena sifat keras kepalaku, aku tumbuh menjadi sosok yang tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan. Aku hanya wanita biasa dengan cita-cita mengistimewakan orangtuaku. Salah satu hal yg membuatku bahagia adalah ketika melihat orangtuaku dengan bangga tersenyum karena prestasiku. Beberapa orang memberikan julukan "cabe rawit" kepadaku, ini dikarenakan selama 6 tahun masa Sekolah Dasar, aku selalu mendapat rangking 1, meskipun aku tidak menempuh pendidikan Taman Kanak-kanak. Aku kecil dikenal oleh sebagai sosok yang pemalu. Berbeda dengan aku yang beranjak dewasa, aku menjadi sosok yang senang bercerita. Sampai-sampai salah seorang temanku memanggilku dengan sebutan "Nona Kereta Api". Aku adalah salah satu pengagum para Nabi dan Rasul, serta tokoh-tokoh pejuang Islam. Meski aku tidak bisa dikenang oleh banyak orang dari masa ke masa seperti mereka, setidaknya aku berusaha menciptakan kesan baik bagi dunia yang mengenalku. Aku ingin terus hidup dalam ingatan mereka meski kelak aku telah tiada. Caranya? Melalui sebuah usaha yang pantang terhenti dan do'a yang selalu dilangitkan.
BagasYeni tarafından yazılmış Embun Pagi adlı hikaye
12 bölüm Tamamlanmış Hikaye
Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.
Ayrıca sevebilecekleriniz
Slide 1 of 8
DIA ADALAH NAJA cover
Tentang Aku cover
Like a small boat cover
Embun Pagi cover
Renata's life (HIATUS) cover
Story Love  Of Aisyah Guz Adnan🍁 ( Slow update) cover
Gadis Desa Jadi Milliarder (END) cover
RAVENDRA cover

DIA ADALAH NAJA

88 bölüm Devam ediyor

*** Aku Nasya Anindya Arkana. Lebih mudahnya, sebut saja Naya. Hari ini adalah hari kelulusanku, setelah kurang lebih empat tahun lamanya aku menempuh pendidikan strata satu di kampus yang ada di ibukota provinsi. Aku satu-satunya anak orang tuaku, maka dari itu sifatku sedikit manja, tapi aku juga mandiri kok. Papaku adalah Papa Arkana, beliau pemilik salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti. Kalau Mama, namanya Gayatri. Agar lebih mudah mengingatnya, sebut saja Mama Iyat. Beliau adalah istri Papa, Mamaku. Mama gak kerja, karena yang kerja anak buahnya. Mama punya beberapa butik di beberapa kota, salah satunya di kota tempat tinggal kami sekarang. Ah iya, aku hampir lupa. Aku juga punya seorang kekasih, dia dua tahun lebih tua dariku. Dia anak dari sahabat Papa. Kami bertemu sejak aku berusia delapan belas tahun, ya benar, saat aku menjadi mahasiswa baru di kampusku. Kekasihku itu dulunya seorang presiden mahasiswa, aku beruntung karena bisa mendapat banyak pelajaran darinya. Kebetulan kami juga mengambil jurusan yang sama, jadi jika aku tidak paham dengan mata kuliahku, dialah yang membantuku dan menjelaskan ulang hingga aku paham. Hubungan kami sudah berjalan sekitar tiga tahun. Lalu satu tahunnya bagaimana, bukankah aku kuliah selama empat tahun? Ya, satu tahunnya adalah masa pengenalan, pendekatan dan perkelahian. Hampir setiap hari dia mengusiliku, katanya agar aku selalu mengingatnya walaupun yang kuingat hanya tingkahnya yang mengesalkan. "Naya, kamu sudah bangun nak, cepat siap-siap" ucap Mama Iyat dari luar kamar. "Iya Ma, ini mau siap-siap" sahut Naya. Naya menutup laptopnya setelah mengupload beberapa kata yang barusan dia ketik disana.