RAINBOW TWILIGHT

RAINBOW TWILIGHT

  • WpView
    Reads 166
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 22, 2020
Brraaakkkkk!!!! Tabrakan itu sudah tak terelakkan lagi.kaca pintu mobil yang pecah dengan begitu jelas menunjukkan luka dikepala yang membuat pria itu tak sadarkan diri. Detak jantungku berdegup kencang kala melihat nya terduduk lemas di kursi kemudi mobil.air mataku menetes dengan begitu cepat ,tanpa aba aba aku berlari menuju pria itu. Terpampang jelas mobil berwarna hitam legam itu hancur di bagian depan. •••• Pada dasarnya cinta memang tidak bisa di tebak, ada yang merasakan indah namun juga berakhir dengan indah, berlaku bagi mereka yang beruntung. Adapula yang buruk di awal namun jauh lebih indah di akhir, bahkan ada yang begitu indah dan memang seharusnya berjalan dengan indah. Tapi semua runtuh dan berantakan hanya karna satu pihak. RAINBOW TWILIGHT, sebuah kisah cinta sederhana sepasang remaja labil, yang timbul di antara indah nya pelangi dan hangat nya sinar senja.akankah keduanya dapat mempertahankan yang indah sementara dan sederhana selamanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lonely Tomorrow
  • Regrets of Love
  • I'M YOUR KING [BOOK 1] ✔
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • light from the darkness||LOOKISM
  • My Life ( Lookism edition )
  • ✓ Dimanjakan Oleh Lima Paman Bos Besar
  • Roses Wolves [ Jay ENHYPEN ] ✓
  • RAINKA - SUDAH TERBIT
  • past From Me ; QUEEN SAVIOR THE ESCAPE

Kala sinar sang surya kembali menampakan dirinya setelah bersembunyi lama di balik ribuan awan di langit abu-abu. Kini ia kembali menampakan sinarnya yang menyorot langsung ke wajahku yang sedang tertidur. Aku membuka kedua mataku perlahan dan kulihat sinar sang surya sangat terang hingga membuatku merasa silau. "Tidurmu nyenyak?" Suara yang terdengar berat dan lembut itu menyadarkanku. Singkat aku mengerjap guna memulihkan kembali pandanganku yang sempat memburam. Kemudian samar-samar senyuman terukir tipis di wajahku tatkala sudah kulihat jelas wajahnya yang sedang duduk di depanku, tengah memandangku dengan senyum manis nan tampannya. Memiliki kulit putih bersih, rambut hitam lebat, alis tebal, dan mata cokelat indahnya... itulah dia. Kami saling melempar senyum serta saling menatap lekat satu sama lain. Hanya ada kami di sini, di kelas yang kosong pun sunyi. Sunyi yang menenangkan sebab hanya ada kita berdua di dalamnya. Namun, ini hanyalah mimpi. Mimpi yang sangat indah dan seolah tampak sangat nyata. Kau ada di sini, tepat di depanku, memberikan senyum manismu padaku, tapi aku tak dapat menyentuhmu. Kau tampak nyata padahal sebenarnya kau hanyalah ilusi semata seperti sebuah lukisan indah di dalam air yang jika disentuh dengan seujung jari maka hilanglah sudah lukisan indah itu. Lenyap, tak tersisa. Kau bagai embun yang hanya muncul sesaat di pagi hari lalu menghilang saat matahari menyinari bumi. Begitulah dirimu. Setiap mengingat momen-momen indah bersamamu saat masa remaja, membuatku selalu merasa seperti kembali ke masa itu. Di masa kita saling mengenal dan melakukan banyak hal bersama. Aku ingin kembali ke masa itu dan kembali mengingatmu. Ya dirimu, yang entah kapan akan kembali. [ cover by : Pinterest ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines