Memory Of The Wind | Kumpus Narasi

Memory Of The Wind | Kumpus Narasi

  • WpView
    Reads 309
  • WpVote
    Votes 123
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 27, 2019
Seorang gadis yang tak pernah bercinta dengan baik sebelumnya. Setiap malam dia hanya bermimpi dan beimajinasi akan lelaki yang akan menjadi dambaannya nanti lebih jelasnya tipe idealnya. Namun saat dia beranjak dewasa dan menempu pendidikan sebagai mahasiswa. Untuk pertama kalinya dia benar mendamba pada sosok lelaki yang selama ini dia bayangkan. Lelaki yang tak pernah bercinta kecuali pada Allah dan kedua orang tuanya, lelaki yang sederhana, cerdas, baik hatinya, bijak akan ucapnya, menghargai perempuan, setia, dan tak mengkonsumsi batang nikotil. Anehnya gadis ini selama kurang lebih lima bulan setengah tak mengetahui rupa sang lelaki yang ia dambakan. Namun dalam hatinya tak ada keraguan sedikitpun untuk tidak mendambakan sang lelaki. Dia jatuh hati untuk mendambakan sang lelaki akibat kecerdasan sang idola saat di kels bahasa yang ia ikuti setiap minggunya. Sang gajis selalu mereka-reka saja seperti apa rupa lelaki yang tengah ia kagumi tanpa mengetahui rupanya. Hati mulai berbahagia bebas lantaran sang gadis memberanikan untuk mencari wujud sang idola. Dia berpikir hanya tinggal tiga kesempatan untuk bertemu dengannya sebelum kelas bahasa nantinya akan di ganti sesuai nilai ujian. Saat dosen mengabsen kehadiran dia menenggok ke suara yang tengah ia dengar yaitu suara sang idola. Mendamba semakin menggebuh saat ia tahu nama, wajah dan gerak gerik san idola. Tak henti-hentinya dia tersenyum ceria. Namun pada akhirinya dia harus merelahkan san idola yang tengah ia dambakan. Meskipun itu tak mudah dengan menghabiskan waktu yang cukup lama dia mencoba merelahkn sang idola yang mualai ia kenal dengan baik dengan saling membalas pesan satu sama laindan terlihan seperti kawan bukan idola dan pengemarnya. Semoga menghibur dan reader dapat mengambil pelajaran jika CINTA hanya butuh 2 hal untuk terwujud yaitu keberanian dan ketepatan waktu. Terima kasih ❤
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kisah Semusim
  • Cah Semprul ( Tamat)
  • goevendoces ( Alamat kelamin di usia 12)
  • ALVASKA
  • Past Love Part 1
  • Story Of School
  • Last Day
  • ZEEDIEN  [End]
  • the impossibility

[Spring] Cinta itu candu, kawan. Sekali kau merasakannya maka kau tidak akan pernah bisa terlepas darinya. Bayangan gadis tersebut selalu menempel di dalam memori sang pria seakan ada lem yang membuat bayangan tersebut sulit terlepas dari memorinya. Semua ini karena sang gadis penyihir! Tanpa mantra cinta dari sang gadis penyihir, pria tersebut pasti tak akan pernah terperangkap ke dalam sihir cinta yang membiarkan dirinya terjatuh seperti kelopak sakura yang gugur akibat tertiup angin. [Summer] Di sini, aku menantimu untuk berkisah kepadaku, namun kau memilih untuk berkisah kepadanya. Namun dengan bodohnya, aku masih mengharapkanmu. Mengharapkanmu yang hanya dapat kuraih melalui mimpi yang semu. Tanpa sadar ada kisah baru yang sedang menantiku. [Autumn] Kau selalu duduk di dekat jendela. Kedatanganmu selalu membawa aroma musim gugur yang menenangkan sekaligus menyesakkan untuk hatiku. Terkadang, kau akan berbicara, menangis, lalu berteriak sendiri sehingga orang-orang menyangka jika dirimu adalah seorang gadis gila. Namun, bagiku kau adalah orang paling jujur yang pernah kutemui dan juga seseorang yang selalu kutunggu kedatangannya setiap musim gugur tiba. [Winter] Baru kemarin, gadis tersebut duduk di samping sang pria sambil berbisik, "Aku mencintaimu." Namun, kini semua itu tinggalah kenangan. Sebuah kenangan yang selalu meninggalkan luka di dalam hati sang pria. Menghancurkan kembali hati yang sudah retak seperti permukaan es di atas aspal. Sanggupkah ia bertahan tanpa sosoknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines