Adiksinya Semesta.

Adiksinya Semesta.

  • WpView
    Reads 2,136
  • WpVote
    Votes 238
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Thu, Apr 23, 2020
Hati - hati, waktu bisa aja pamit tanpa permisi. # 2 Jeda [ 31/7/2019 ] # 1 Behappy [9/3/2020]
All Rights Reserved
#8
behappy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [End] Behind The Heart
  • Ketulusan cinta AYUNA  [TAMAT] belum Revisi
  • Still The Same
  • Nouvelle
  • [1] Salah Khitbah [TAMAT] ✔️
  • Solawat Cinta ✔
  • IKHLAS (Lengkap Versi Wattpad)
  • True Love [Completed✔]
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah
  • KenSil (Kisah yang Belum Usai) ✓

[Romance] Follow dulu, baru dibaca. Avram Gian Pradipto -Dokter dengan tingkat kegagalan operasi 0%- Wanita itu melihatku tajam. Tanpa rasa terkejut, maupun cemas. Sebaliknya, ia balik tersenyum dan menunjukkan raut lega. Lalu pelan, bibirnya mulai berucap, "Tidak, terima kasih. Tapi, aku tidak ingin sembuh. Jadi, dok ... biarkan aku tetap sakit dan meninggal pada akhirnya." Galiya Mira Tabitha -Pasien dengan tingkat keinginan mati 100%- Pria itu melihatku bingung. Penuh rasa khawatir dan takut. Ia bertindak seakan dirinya adalah pasien dan aku sebagai dokternya. Lalu cepat, suaranya mulai kembali terdengar, "Saya tidak mengerti. Kenapa ... kenapa kamu bisa memiliki pikiran seperti itu? Kematian bukan sesuatu yang mudah. Dan saya ... saya tidak akan membiarkan kamu untuk meninggal. Tidak akan pernah." Bagaimana jadinya, jika seorang dokter yang selalu ingin menyelamatkan nyawa seseorang, bertemu dengan pasien yang tidak ingin diselamatkan? Akankah tercipta sebuah pengertian? Atau justru membentuk sebuah akhir menyedihkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines