Story cover for Hurt by fhia280502
Hurt
  • WpView
    LECTURAS 1,068
  • WpVote
    Votos 76
  • WpPart
    Partes 8
  • WpView
    LECTURAS 1,068
  • WpVote
    Votos 76
  • WpPart
    Partes 8
Continúa, Has publicado jul 26, 2019
"Key apa kamu gila, hah ?" Tanya Dave tidak percaya. Bagaimana mungkin kekasihnya ini menyuruhnya untuk menerima perjodohan itu. 

Keyla yang masih menunduk menjawab "Dave, aku sayang mommy dan daddy. Aku gak mau mengecewakan mereka." Satu tetes air mata mengalir di pipi putih mulusnya. 

"Tapi bagaimana dengan hubungan kita Key, bagaimana dengan aku Key, aku mencintaimu. Kenapa kamu tidak mengerti juga ?" Dave mulai putus asa dengan keputusan yang di ambil oleh kekasihnya ini.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Hurt a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#742pregnant
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Puing luka de ummy12
24 partes Concluida
"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.
Quizás también te guste
Slide 1 of 7
Aku & Kamu Kita cover
PutriRaja cover
LAUGH for My Destiny✅ cover
AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT) cover
Let Her Go (COMPLETE) ✅✅ cover
Beralasan  cover
Puing luka cover

Aku & Kamu Kita

68 partes Continúa

Qil... maaf, gue nggak sadar sama apa yang barusan kita lakuin," ucap Mohan, suaranya lirih, penuh penyesalan. Namun penyesalan itu tak mampu membendung luka di dada Aqila. Ia menatap Mohan dengan mata yang basah dan penuh kekecewaan. Suaranya pecah, histeris, "Diem lo! Gue salah apa, Mohan? Kenapa lo jahat banget sama gue? Gue benci lo, Mohan! Akhhhhh!!" Jeritannya menggema, memecah malam yang sepi. Mohan panik. Ia mendekat, mencoba menenangkan dengan memeluk tubuh Aqila yang bergetar. Tapi Aqila memberontak, menolak sentuhan itu seolah menyentuhnya adalah membuka kembali luka yang belum sembuh. "Lepasin! Lepasin gue! Jangan lakuin itu lagi... Sakit... Sakit!" isaknya keras. Mohan terdiam sesaat, menelan semua rasa bersalah yang menyesakkan. Ia mengendurkan pelukannya, menatap wajah Aqila yang basah oleh air mata. Dengan lembut, ia genggam wajah Aqila, memaksanya menatap ke arahnya. "Oke, gue lepasin. Tapi plis, Qil... Tenang dulu, oke?" Aqila hanya terisak. Tidak menjawab. Tidak memukul. Tidak menolak. Tapi juga tidak menerima. Malam itu menjadi saksi, bahwa kadang maaf tidak cukup. Ada luka yang butuh lebih dari sekadar kata-kata untuk sembuh.