Whelve

Whelve

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 7, 2020
Whelve ; mengubur sesuatu yang dalam-dalam untuk bersembunyi. "Kenapa kita bertemu, Al?" "Karena tuhan mau seperti itu." "Sejak kapan kamu mencintaiku, Ra?" "Aku juga tidak tau sejak kapan, Al." "Kenapa dari dulu kamu tidak bilang kalau kamu tidak baik-baik saja?" "Al, Jatuh cinta padamu itu pengorbanan." "Setidaknya kamu bilang!" "Tapi semesta tidak mendukung kita, Al!" "Sekarang hatimu padaku bagaimana?" "Sudah mati."
All Rights Reserved
#652
boy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Albel
  • Winter  ✓
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • Crazy Student and Bad Teacher
  • BETRAYAL OF LOVE
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Senyum yang Patah
  • ALEA  [COMPLETED]
  • ON SIGHT (Completed)

"apa yang lo lakukuin?" tanya Rara dengan darah yang mengalir bercampur dengan air hujan "membunuh mu agar semuanya kembali pada saya" kata seseorang tersebut dengan seringaian yang menurut Rara lucu "ahh musuh ayah rupanya, beruntung banget gw yang jadi korban, selamat Lo berhasil, maafin kakak ya, kakak ngga bisa nemenin kalian main lagi, selamat tinggal adik adik kakak" setelah mengatakan itu Rara pun jatuh dan langsung menghembuskan nafas terakhirnya "berhasil" kata seseorang itu dan langsung meninggalkan Rara dengan lumuran darah yang kemana mana disisi lain "aku mohon jangan lakuin itu, sakitt" kata gadis manis yang sedang menahan sakit dan tangis nya. ______________________________________________________________________________________________________________ "bodoh sekali kalian ini, kalau mau culik tuh jangan basa basi bego, langsung dekeb bawa ke mobil jangan kebanyakan cing cong kalau kerja kalian kek gitu yang ada mangsa kalian kabur" ucap Rara menasehati "sekarang kalian pergi rencanain lagi Mateng Mateng baru balik lagi" lanjut nya dengan bodoh nya 4 orang itu mengangguk dan membawa teman mereka yang pingsan "goblok anying" umpat Rara, sekarang Rara sadar bahwa wanita gila tadi udah disampingnya memandang sendu mobil yang kini kian menjauh "sabar ya buk, belum rejeki nya" kata Rara sambil menepuk nepuk pundak wanita itu, dan wanita gila itu hanya mengangguk pasrah

More details
WpActionLinkContent Guidelines