We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
NGGROGOH

NGGROGOH

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 27, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
ʰᵃʳᵃᵖᵃⁿ ʰᵃᵐᵖᵃ Cemara yang bersinar bagaikan impian tinggi yang ku guncang lalu menemui keberhasilan. Mata terbangunkan alam yang lelah, sunyi ini merdu seketika. Perkenalan memanglah perlu!! sangatlah perlu, harus berapa kali kubicarakan itu. Aku tau kau tak lebih seperti embun yang terlihat indah namun menghilang. Aku dan dirimu? itu hanyalah rahasia. Kita hanyalah sisa-sisa keikhlasan. Makin lelah dan resah tidurlah kau sedang lara. Dengan nyanyian, dengan tarian, dengan segalanya kau terlihat indah. Aku duduk sendiri kaupun sendiri, berdua saja meminum secangkir omongan perih yang merintih ditelinga. Sudahlah cukup ini sungguh membosankan sangat,sangat,sangat,sangaaaaattt membosankan. Hanya tersisa kerinduan bersama kehampaan. ahhhsudahlah ini hanya angin yang lari dalam sekejap. 𝓢𝓲𝓳𝓲𝓛𝓸𝓻𝓸𝓣𝓮𝓵𝓾 Lalu lalang waktu saling bertabrakan. Sudah saatnya dirimu menutup mata dan menikmati angin yang bernyanyi. Hari ini sangatlah lelah, waktupun tidak mendukung. Jiwa dan raga ikut layu, otakpun ingin berlari ke tempat tidur. Aku tau perjalanan hidup tak semudah kau bicara. Waktu menunjukkan pukul 13.26 WIB saatnya bernyanyi akan kegelisahan hidup ini. Sebatas lukisan yang koyak. 𝒕𝒆𝒏𝒕𝒂𝒏𝒈𝒎𝒖 Kamu adalah temanku, bahkan sosok wanita tua juga sudah mengenalku. Aku tak tau kenapa rasa cemburu dan pilu selalu menyertaiku. Apakah aku pernah melukaimu?.... Pikirku kita akan menikmati senja sampai akhir waktu. Namun ternyata salah, semua hanyalah angan yang tak guna. Sementara itu, waktu memisahkan kita. Tapi mengapa selalu ada kemurkaan diantara kita. Aku sudah tak tahan. Bahkan bulan dan awan hitam sudah menyertaiku. Semua mimpiku ternyata salah. Sangat melenceng dari duniaku. Maaf sementara waktu aku hanya bisa melihatmu dari jauh. Bahkan suaramu tak terdengar dibenakku. Wajar saja kau siapaku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Begitu Mengagumimu ♡ [BERES📖]
  • My Quuen is Bad Gril
  • Maaf' (Revisi)
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • After My Prayed
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • selamat pagi cinta
  • »The Love Behind Secrets!
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)

Namaku Andinnaya Auzidni Hermiandi. Kalian bisa memanggil Ku Naya. Aku tinggal bersama ayah Dan ibuku dirumah. Untukmu yang suka menumpahkan ide ide dalam goresan gambar. Aku mengagumimu. Tidak hanya itu aku juga kagum akan setiap karyamu. Pencipta Ku lah yang mengetahui sedalam apa rasa kagumku, Dan alasan mengapa aku lebih memilih "kagum dibandingan Cinta". Di buku ini, lewat goresan kata aku menuliskannya mulai dari awal kita berjumpa hingga kita berpisah. Mungkin perjumpaan kita itu dapat terhitung, tapi kebersamaan yang kita lewati sulit untuk diperhitungkan sebab kita tak pernah mau untuk menghitungnya. Perpisahan yang kita inginkan saat itu adalah sebuah kesepakatan bersama. Karena tidak Ada perpisahan yang tidak diawali dengan perjumpaan. Maka dari itu Perjumpaan Dan perpisahan selalu berdampingan, Itu sebabnya aku tidak pernah bersedih karena cukup bagiku saat mendengar kabar bahwa kamu baik-baik saja serta masih tinggal di planet yang sama denganku. Jika nantinya kita di pertemukan kembali berarti kita berpisah hanya sementara. Dan jika memang kita tidak bertemu mungkin tidak Ada lagi waktu untuk kita kembali bersama. Tandanya Aku akan menjalani hidupku bukan denganmu. Begitupun kamu akan menjalani hidupmu dengan pilihanmu. Kamu tenang saja aku membuat ukiran kata ini bukan untuk mengundangmu pulang ataupun mengulang masa-masa kebersamaan kita, Juga bukan untuk mengingatkanmu tentang kebersamaan kita saat itu, apalagi meminta mu untuk kembali menjadi bagian dari hari-hariku, tentu tidak. aku hanya sedang menikmati rasa rindu yang pernah kita jalani saat itu. Jadi? Hanya itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines