SUNTIANG KELANA

SUNTIANG KELANA

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 3, 2019
Bukankah Indonesia unik dengan beragam daerah dan adat di dalamnya? Tentu aku senang dan merasa bangga akan hal itu. Hingga aku berada di titik ketika aturan adat dan kemanusiaan mulai menggangguku. Berbahagialah bagi mereka yang dapat menjalin hubungan tanpa harus melibatkan segala aturan adat serta kemanusiaan. Mampukah kita memilih untuk terlahir pada suku tertentu? Bila dapat terlahir kembali, aku memilih untuk lahir dari keluarga dengan suku yang berbeda denganmu agar urusan ini tidak perlu mengaitkan keluarga besar. Keluarga yang bahkan tidak aku kenal sedari kecil. Bila bisa memilih, aku lebih suka untuk terlahir dari daerah yang berbeda. Jauh sekalian di luar pulau yang berbeda. Entahlah, sekian banyak daerah di Indonesia dengan adatnya masing-masing, mengapa daerah dan suku kita harus sama? Dan mengapa kita harus mematuhi aturan adat? Suntiang Kelana adalah kisah perjalanan hidup Kelana dalam memaknai arti suntiang bagi kehidupannya. Suntiang adalah perhiasan kepala bertingkat berwarna keemasan yang dipakai oleh perempuan Minangkabau ketika melangsungkan pernikahan. Suntiang dalam adat Minang merupakan lambang beratnya tanggungjawab yang akan diemban seorang wanita setelah menikah. Hal tersebut dikarenakan perempuan Minang harus bisa mengurus rumah tangganya sendiri ketika suaminya merantau. Bagi Kelana yang merupakan gadis turunan Minang dan sudah tinggal di perantauan, suntiang memiliki makna tersendiri baginya. Percampuran keikhlasan, rasa hormat, dan juga kejadian masa lalu ibunya.
All Rights Reserved
#388
hidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Senja di Kota Nabi
  • Hati Sinta
  • Pilau Cinta Ayunda (Completed✓)
  • Mas Angga✔️
  • Mahligai Sunyi
  • Cinta Di Atas Cinta 2
  • Arkansa
  • Orang Biasa
  • Angel To Raya (END)
  • NESTAPA: SRI GEMILANG {END} ✓

"Ada cinta yang tak tumbuh dari sentuhan, tapi dari doa yang dipanjatkan dalam diam. Ada perjuangan yang tak diceritakan dengan lantang, tapi dibuktikan dalam sujud yang basah oleh air mata." Azka Maulana, seorang pemuda Jawa yang sederhana namun penuh cita-cita, melangkah ke Kota Nabi dengan secarik doa dari ibu dan janji yang terpatri pada makam ayahnya: menuntut ilmu setinggi langit untuk mengabdi pada umat. Di Madinah-kota yang ditaburi cahaya dan barakah Rasulullah-Azka bukan hanya menemukan ilmu, tapi juga ujian demi ujian. Fitnah yang mengguncang nama baik, cinta yang terbungkus adab, dan dilema antara pulang atau bertahan. Namun di balik semua itu, Allah menyiapkan kejutan terindah: seorang Maryam Zahra, hafizah Qur'an yang menjaga dirinya seperti kelopak mawar dalam taman keimanan. Bersama Yahya si sahabat bijak dari Maroko, dan Alim yang pendiam namun mendalam, Azka menapaki jalan ilmu dan iman. Hingga langit senja di Madinah menjadi saksi, ketika cinta dan cita bersatu dalam akad yang penuh adab, lalu kembali ke tanah kelahiran membawa cahaya. Ini bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa. Tentang bagaimana seorang hamba belajar mencintai Allah, sebelum mencintai sesama. --- "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Dan surga itu, bagi Azka dan Maryam, bukan hanya di akhirat. Tapi juga di tempat mereka mengajar, di desa kecil, di bawah langit Indonesia... tempat di mana cahaya Madinah tetap menyala dalam hati. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines